TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI –Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Jambi Tahun 2027, Senin (16/03/2026), di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya Musrenbang RKPD 2027. Prosesi pembukaan turut didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi.
Musrenbang kali ini mengusung tema “Mengoptimalkan Pertumbuhan Melalui SDM Berkualitas, Infrastruktur yang Mendukung Ekonomi dan Pelayanan Publik yang Inklusif, serta Lingkungan Berkelanjutan”. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana memaparkan berbagai isu strategis pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Ia juga menyoroti berbagai kebijakan ekonomi dan kesejahteraan yang dilakukan Pemkot Jambi menjelang Idul Fitri, salah satunya pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur serta tenaga harian lepas secara bersamaan guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Menjelang Lebaran, kita membayarkan gaji PNS dan ASN tiga kali sekaligus, termasuk tambahan untuk sekitar 1.300 PHL. Dengan peredaran uang yang mencapai hampir Rp75 miliar, ekonomi kota menjadi hidup, toko-toko ramai, bahkan lalu lintas meningkat. Ini menunjukkan daya beli masyarakat meningkat dan ekonomi bergerak,” ujar Maulana.
Selain itu, Pemkot Jambi terus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi melalui berbagai program intervensi pangan. Saat ini, inflasi Kota Jambi tercatat terkendali pada angka 0,34 persen, didukung program gerakan pangan murah serta distribusi paket sembako kepada masyarakat.
Sebanyak 4.000 paket sembako disubsidi oleh pemerintah, 80.000 paket berasal dari program CSR, serta 50.123 paket tambahan akan disalurkan hingga menjelang Lebaran.
Dalam pemaparannya, Maulana mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tahun 2025 mencapai 5,13 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi sebesar 4,93 persen serta rata-rata nasional.
“Ke depan, kita menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2027 meningkat hingga 5,75 persen,” jelasnya.
Selain aspek ekonomi, Maulana menegaskan pembangunan Kota Jambi dalam waktu dekat akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota.
“Masukan dari Ketua DPRD tadi mewakili masyarakat tentu sangat penting. Fokus kita di tahun 2026 adalah memperbaiki kualitas jalan berstatus jalan kota. Ini akan kita perjuangkan secara maksimal, kemudian pada tahun 2027 dilanjutkan dengan program yang belum tertangani,” ujarnya.
Program prioritas lainnya adalah Kampung Terang untuk meningkatkan penerangan kawasan permukiman. Program ini akan dimulai secara bertahap di dua hingga tiga kecamatan sebelum diperluas ke seluruh wilayah Kota Jambi.
Dalam penanganan sampah, Pemkot Jambi memperkuat sistem pengelolaan berbasis masyarakat melalui Operasi Pemberantasan Buang Sampah (OPBM) yang telah berjalan di 1.583 RT dengan sistem berbasis bentor.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan armada pengangkut sampah berbasis digital. Sebanyak 20 unit mobil pengangkut sampah baru direncanakan mulai beroperasi sebagai hadiah ulang tahun Kota Jambi.
“Insyaallah sekitar bulan Juni atau Juli pabrik pengolahan sampah sudah dapat beroperasi. Setelah itu, penegakan aturan akan dilakukan lebih tegas,” kata Maulana.
Di bidang keamanan dan ketertiban, Pemkot Jambi memperkuat pengawasan melalui pemasangan CCTV di berbagai kawasan yang terintegrasi dengan program Kampung Bahagia.
Untuk tahun 2027, salah satu fokus pembangunan adalah pengembangan kampung wisata berbasis RT, dengan mendorong potensi lokal seperti kuliner, fesyen, budaya, dan kreativitas masyarakat.
Menurut Maulana, program ini penting sebagai persiapan menghadapi pembangunan jalan tol yang akan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata daerah.
“Ketika tol selesai, kita ingin Kota Jambi tidak hanya menjadi daerah yang dilewati, tetapi menjadi tujuan wisata. Karena itu, kita siapkan titik pengembangan wisata dari sekarang,” ujarnya.
Pemkot Jambi juga mendorong pelaksanaan 10 program strategis, di antaranya pengembangan kawasan Kota Tua, penataan parkir kota, pembangunan aviary bird park, pengembangan kawasan hutan Muhammad Sabki, pembangunan ruang terbuka hijau, serta penguatan infrastruktur publik lainnya.
Di sektor perdagangan, Pemkot Jambi mengusulkan revitalisasi Pasar Talang Banjar dan Pasar Talang Gulo yang dinilai sudah tidak layak.
“Revitalisasi dua pasar ini sudah kita usulkan ke kementerian. Kita juga menjemput program dari pemerintah pusat dengan dukungan DPRD. Mudah-mudahan ada dukungan anggaran dari pusat, jika tidak akan kita upayakan melalui APBD,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kota Jambi, M. Zaki Hasan, S.P., M.E., menjelaskan bahwa RKPD merupakan dokumen perencanaan tahunan dalam tahapan pembangunan daerah.
Ia menyebutkan, penyusunan RKPD 2027 telah dimulai sejak Desember 2025 melalui penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat kelurahan yang menghasilkan 4.615 usulan pembangunan.
Melalui sistem SIPD RI, anggota DPRD Kota Jambi juga telah menginput pokok-pokok pikiran dengan total 1.407 usulan pembangunan.
Musrenbang RKPD 2027 dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah daerah, legislatif, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
Forum ini bertujuan menyepakati fokus pembangunan Kota Jambi tahun 2027, menyelaraskan usulan masyarakat dengan RPJMD 2025–2029, serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pembangunan yang konsisten, transparan, dan berdampak langsung bagi pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi Pemkot Jambi dalam memperkuat budaya inovasi melalui komitmen “One Agency One Innovation”.
Musrenbang ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia dan OJK Provinsi Jambi, Plh Sekretaris Daerah Kota Jambi Dr. H. Mulyadi, para kepala perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, forum ketua RT, akademisi, pimpinan BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya. (*)





Tinggalkan Balasan