“Alhamdulillah dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 setiap tahun pasti selalu ada piala yang kita bawa pulang. Mudah-mudahan di tahun 2026 ini lebih banyak piala lagi yang bisa kita bawa pulang melalui ajang KMI Expo yang merupakan puncak dari kegiatan P2MW,” ungkapnya.
Tekankan Inovasi dan Validasi Produk
Pada sesi materi, Uce Lestari menjelaskan perbedaan antara program P2MW, PKMK, dan KBMK. Ia menegaskan bahwa P2MW ditujukan bagi mahasiswa yang telah memiliki prototipe atau produk tervalidasi, bukan sekadar ide bisnis.
Menurutnya, produk yang diajukan harus inovatif, memiliki keunikan dibandingkan produk di pasaran, serta merupakan hasil karya sendiri. Mahasiswa juga diingatkan untuk cermat dalam memilih kategori usaha, menyusun proposal sesuai panduan, serta menghindari plagiasi.
Selanjutnya, Dwi Kurniawan menambahkan bahwa proposal P2MW harus menunjukkan kesiapan produk melalui prototipe yang jelas dan telah melalui proses validasi. Ia menekankan pentingnya inovasi berbasis riset, analisis pasar, serta segmentasi konsumen yang terukur.
Selain itu, strategi pemasaran dan perencanaan keuangan yang sistematis dinilai menjadi kunci utama agar usaha mahasiswa dapat berkembang secara berkelanjutan.
Harapan Cetak Wirausaha Muda
Melalui kegiatan BIMTEK P2MW Tahun 2026 ini, Universitas Jambi berharap mampu terus mencetak mahasiswa wirausaha yang inovatif, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja baru. (*)




Tinggalkan Balasan