Harapan di milad ke-28 ini tidak boleh ringan. KAMMI harus kembali menjadi kekuatan yang resisten terhadap kooptasi, berani melawan arus pragmatisme, dan tegas dalam keberpihakan. Kader-kadernya harus menjadi intelektual pejuang yang tidak hanya mampu membaca realitas, tetapi juga mengubahnya. Yang tidak hanya bersuara, tetapi juga mengorganisir dan menggerakkan.

Jika usia 28 ini hanya diisi dengan seremoni tanpa refleksi, maka kita sedang berjalan menuju kemunduran yang sunyi. Namun jika momentum ini dijadikan titik balik untuk membangun militansi, memperkuat ideologi, dan menegaskan keberpihakan maka KAMMI akan tetap relevan sebagai lokomotif perubahan.

Selamat Milad ke-28 KAMMI.
Jangan jinak. Jangan diam. Jangan netral.
Karena dalam ketidakadilan, netralitas adalah bentuk lain dari keberpihakan pada penindasan.

Baca juga:  Pengurus Daerah KAMMI Kerinci–Sungai Penuh Soroti Isu Strategis Daerah dalam Audiensi bersama Ketua DPRD Hutri Randa

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!

Penulis Merupakan Kader KAMMI Provinsi Jambi