Maulana menegaskan, pembangunan kawasan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pendekatan yang digunakan bersifat holistik guna menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

“Ke depan kawasan ini akan dibangun secara menyeluruh. Baznas akan masuk, dengan pendekatan holistik, sehingga kawasan ini diharapkan menjadi lebih berkembang dan produktif,” tegasnya.

Selain pembangunan masjid, rencana penataan kawasan juga mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM, khususnya bagi ibu-ibu, pembangunan pesantren sebagai sarana pendidikan agama bagi anak-anak, serta penyediaan fasilitas olahraga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah kawasan eks lokalisasi menjadi lebih religius dan produktif, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menghapus stigma negatif yang selama ini melekat.

Baca juga:  Pergantian Kepemimpinan di Polresta Jambi, Sri Purwaningsih Ajak Sukseskan Asta Cita Presiden

Dengan kolaborasi berbagai pihak dan dukungan masyarakat, Pemkot Jambi optimistis kawasan Payo Sigadung (Pucuk) secara bertahap akan bertransformasi menjadi kawasan yang religius, mandiri, dan berdaya saing di masa depan. (*)