“Saya merasakan kehangatan masyarakatnya, semangat budayanya, dan inovasi yang hidup dalam keseharian. India tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, dan inspirasi itu kami bawa kembali ke Kota Jambi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa dalam dunia yang terus berubah, tidak ada kota yang dapat berkembang sendiri tanpa kolaborasi.
“Masa depan adalah milik mereka yang berkolaborasi, belajar, dan berani berinovasi bersama. Jaringan alumni ITEC merupakan kekuatan lintas batas, sektor, dan generasi. Mari kita ubah pengetahuan menjadi tindakan dan kerja sama menjadi dampak jangka panjang,” tegasnya.
Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India, Konsulat Jenderal India di Medan, dan Indian Council for Cultural Relations atas dukungan yang diberikan.
“Terima kasih atas kepercayaan dan investasi yang diberikan. Semoga kemitraan ini terus berkembang dan melahirkan profesional terampil serta pemimpin visioner,” pungkasnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal India di Medan Ravi Shanker Goel menyampaikan bahwa terdapat banyak peluang beasiswa yang didanai Pemerintah India bagi pelajar dan aparatur dari Indonesia.
“Sekitar 53.000 beasiswa untuk perguruan tinggi tersedia melalui program ini. Program ini terbuka bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan dan pengetahuan melalui pelatihan di India,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah bersama sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mariani Yanti, Direktur RSUD Abdul Manap dr. Anastasya, serta Sekretaris Dinas Sosial Edriansyah, turut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. (*)





Tinggalkan Balasan