“Halal Bihalal menjadi kesempatan bagi kita untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan membangun kembali hubungan kekeluargaan di lingkungan Fakultas Hukum,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas di tengah pesatnya transformasi digital. Menurutnya, tantangan dunia hukum ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap keadilan berkelanjutan.
Dalam tausiyahnya, Prof. Supian menyampaikan bahwa memaafkan merupakan proses yang tidak mudah karena membutuhkan keikhlasan dan kemampuan mengendalikan emosi.
“Memaafkan bukan hanya menghapus kesalahan, tetapi juga menghilangkan rasa sakit dalam hati, seperti papan tulis yang dibersihkan hingga benar-benar bersih,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebahagiaan sejati dapat diraih melalui hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sulhi Muhammad Daud Abdul Kadir, Lc., M.H. Melalui momentum ini, diharapkan seluruh keluarga besar FH UNJA semakin mempererat silaturahmi, menjaga integritas, serta siap menghadapi tantangan di era transformasi digital dengan semangat kebersamaan. (*)





Tinggalkan Balasan