TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Keluarga besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) menggelar kegiatan Halal Bihalal sebagai wujud kebersamaan dan silaturahmi pasca Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Prof. Fuad Bafadal, Gedung B FH UNJA, Rabu (8/4/2026).

Mengusung tema “Sucikan Hati, Kuatkan Silaturahmi, Teguhkan Integritas Fakultas Hukum di Era Transformasi Digital dan Keadilan Berkelanjutan,” kegiatan ini dihadiri Rektor UNJA Helmi beserta jajaran, Dekan FH UNJA Dr. Hartati, S.H., M.H., para wakil dekan, dosen, tenaga kependidikan, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) FH UNJA, serta undangan lainnya. Kegiatan ini juga menghadirkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNJA, Prof. Dr. Supian, S.Ag., M.Ag., sebagai penceramah.

Baca juga:  Banyak Kecelakaan yang Korbankan Mahasiswa, Presiden BEM UNJA Dorong Pembangunan Jalan Dua Jalur Mendalo–Pijoan

Dalam sambutannya, Rektor UNJA menekankan pentingnya nilai saling memaafkan sebagai inti dari perayaan Idulfitri. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

“Saling memaafkan adalah hal utama dalam mempererat silaturahmi. Memaafkan bahkan lebih mulia daripada sekadar meminta maaf,” ujarnya.

Ia juga berharap Fakultas Hukum UNJA dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu hukum serta bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Dekan FH UNJA Dr. Hartati menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk kembali kepada kesucian dan mempererat hubungan antar sesama.

“Halal Bihalal menjadi kesempatan bagi kita untuk saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan membangun kembali hubungan kekeluargaan di lingkungan Fakultas Hukum,” ujarnya.

Baca juga:  UNJA dan Korem 042/Gapu Perkuat Sinergi, Fokus Kolaborasi Riset Ketahanan Pangan

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas di tengah pesatnya transformasi digital. Menurutnya, tantangan dunia hukum ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kepekaan sosial, dan komitmen terhadap keadilan berkelanjutan.

Dalam tausiyahnya, Prof. Supian menyampaikan bahwa memaafkan merupakan proses yang tidak mudah karena membutuhkan keikhlasan dan kemampuan mengendalikan emosi.

“Memaafkan bukan hanya menghapus kesalahan, tetapi juga menghilangkan rasa sakit dalam hati, seperti papan tulis yang dibersihkan hingga benar-benar bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebahagiaan sejati dapat diraih melalui hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sulhi Muhammad Daud Abdul Kadir, Lc., M.H. Melalui momentum ini, diharapkan seluruh keluarga besar FH UNJA semakin mempererat silaturahmi, menjaga integritas, serta siap menghadapi tantangan di era transformasi digital dengan semangat kebersamaan.  (*)

Baca juga:  LPPM Universitas Jambi Sosialisasikan Program Kerja Tahun 2025