“Saya senang anak-anak bisa turun langsung ke lapangan, belajar disiplin, mengenal pertanian, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Ini lebih baik daripada terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam kamar dengan ketergantungan pada gawai,” tegasnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung pengendalian inflasi daerah melalui peningkatan produksi komoditas pangan, khususnya padi.

Melalui sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis, seperti pemantauan harga, inspeksi mendadak (sidak) pasar, hingga pelaksanaan pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Selain itu, peningkatan produksi padi terus didorong sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional. Pemkot Jambi juga melakukan berbagai inovasi, termasuk pengembangan padi gogo di lahan seluas sekitar 9 hektare serta penerapan teknologi pertanian seperti sistem Salibu, yang memungkinkan panen lebih dari satu kali dalam satu masa tanam.

Baca juga:  Momentum Safari Ramadhan, Maulana Tegaskan Kota Jambi Sebagai Barometer Jambi

Adapun target Luas Tambah Tanam (LTT) Kota Jambi pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 529 hektare sebagai bagian dari upaya mencapai target nasional yang ditetapkan Kementerian Pertanian.

Pemkot Jambi optimistis, melalui sinergi berbagai pihak dan pemanfaatan lahan yang optimal, ketahanan pangan daerah dapat terus terjaga sekaligus memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (*)