Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjauhi hal-hal negatif.

“Jangan ada waktu yang terbuang. Tentukan arah masa depan dan hindari hal-hal yang merusak,” pesannya.

Kegiatan bedah buku tersebut dipandu langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, sebagai moderator.

Sementara itu, Bima Arya menjelaskan bahwa buku “Babad Alas” merupakan refleksi perjalanan kepemimpinannya yang tidak hanya berisi kisah keberhasilan, tetapi juga kegagalan.

“Buku ini adalah ruang refleksi dari perjalanan kepemimpinan selama 10 tahun. Tidak semua strategi berujung keberhasilan, dan di situlah pentingnya refleksi,” ujarnya.

Ia mengibaratkan memimpin kota seperti memasuki hutan belantara yang penuh tantangan, sebagaimana kisah dalam epos Mahabarata tentang pembukaan Hutan Wanamarta.

Baca juga:  450 Pedagang Pasar Talang Banjar Bakal di Relokasi, Walikota Jambi Siapkan Lapak Gratis di Pasar Angso Duo

Lebih lanjut, Bima Arya menekankan pentingnya prinsip dalam kepemimpinan, seperti menjaga ideologi, loyalitas, serta tidak terjebak dalam pragmatisme.

“Jangan jadi pemimpin yang diperbudak materi, tapi jadilah pemimpin yang mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kematangan berpikir dan bertindak.

“Pemimpin itu bukan soal usia, tapi soal kematangan,” pungkasnya. (AAS)