TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Setelah merampungkan rangkaian tes kesehatan dan tes narkoba, sebanyak 11.595 calon mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) mulai mengikuti seleksi jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam rangka Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Rektor UNJA, Helmi, turun langsung memantau jalannya ujian didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Warek III) Prof. Fauzi Syam, tim pengawas, serta jajaran biro.

Dalam peninjauannya, Rektor memastikan seluruh fasilitas pendukung ujian telah berfungsi optimal guna memberikan kenyamanan bagi para peserta.

“Saya bersama Warek III dan tim memantau proses pelaksanaan UTBK sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana. Alhamdulillah, seluruh perlengkapan sudah siap dan memadai,” ujar Prof. Helmi usai peninjauan di Kampus UNJA Mendalo, Selasa (21/4/2026).

Baca juga:  IMAKO UNJA Resmi Lantik Pengurus Baru 2025–2026, Perkuat Solidaritas dan Dampak Organisasi

Ia berharap proses seleksi ini dapat berjalan lancar hingga akhir masa ujian, sehingga mampu menjaring calon mahasiswa terbaik yang akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Jambi.

Lebih lanjut, Prof. Helmi mengungkapkan adanya momen istimewa dalam pelaksanaan UTBK tahun ini, yakni keikutsertaan dua peserta penyandang disabilitas yang turut berjuang memperebutkan kursi di UNJA.

“Tahun ini menjadi kehormatan bagi UNJA karena ada dua peserta penyandang disabilitas yang mengikuti UTBK. Kami memberikan perhatian penuh agar mereka dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa hambatan,” tegasnya.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 2 Mei 2026. Pihak universitas berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan ketat serta pemeriksaan berkala guna menjaga integritas dan transparansi selama proses seleksi berlangsung.

Baca juga:  Angkat Disertasi Soal Konflik Lahan, Ketua DPRD Provinsi Jambi Raih Gelar Doktor Dengan Predikat Cumlaude

Melalui pelaksanaan UTBK yang tertib, lancar, dan inklusif, Universitas Jambi menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas. (*)