Menurutnya, jumlah mahasiswa di UNJA dan UIN STS Jambi saat ini hampir mencapai 57 ribu orang sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.

“Karena itu, kita anggap ini program extraordinary dan harus segera dilakukan percepatan-percepatan. Tahun ini insyaallah akan dilakukan feasibility study (FS), dan Detail Engineering Design (DED)-nya juga akan kita ikhtiarkan selesai tahun ini, meskipun sebelumnya direncanakan pada 2027,” katanya.

Edi juga menilai Exit Tol Pijoan merupakan etalase Provinsi Jambi yang akan dilalui masyarakat dari berbagai daerah.

“Sebagai etalase Jambi, kita harus benar-benar tata. Ini harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak agar bisa terlaksana dengan baik,” lanjutnya.

Baca juga:  Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Nyatakan Jambi Jadi Contoh Gerakan Tanam Pohon Serentak

Ia juga berharap proses pembebasan lahan nantinya dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap tidak ada masalah saat pembebasan lahan dan berharap semua stakeholder bersinergi serta adanya pengertian dari masyarakat agar pembangunan jalur dua ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, memaparkan berdasarkan data survei kondisi jalan Semester II Tahun Anggaran 2025, panjang jalan nasional di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 136,76 kilometer dengan tingkat kemantapan sepanjang 131,25 kilometer atau sebesar 95,96 persen.

Sedangkan ruas Jalan batas Kabupaten Muaro Jambi/Kabupaten Batanghari–Simpang Mendalo Darat memiliki panjang 12,69 kilometer dengan tingkat kemantapan sebesar 93,41 persen dan kerusakan ringan sepanjang 0,84 kilometer.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Lantik 10 Pejabat Eselon II, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan

Dedy menegaskan bahwa penambahan jalur dua pada ruas batas Kota Jambi (Simpang Rimbo) hingga Simpang Mendalo–Pijoan merupakan kebutuhan penting karena jalan tersebut memiliki fungsi strategis.

“Ruas ini merupakan bagian dari Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan arah Riau dan lintas penghubung menuju Lintas Tengah Sumatera ke arah Sumatera Barat. Selain itu, segmen Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren juga menjadi penghubung dua perguruan tinggi negeri, yakni UNJA dan UIN STS Jambi,” jelasnya.

Ia juga menyebut ruas tersebut merupakan jalur angkutan batu bara sekaligus penghubung vital antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat kegiatan di Kota Jambi.

Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Presiden BEM Universitas Jambi Rahmad Dzaky, Presiden DEMA UIN STS Jambi Abel, dan Sekdis PUTR Provinsi Jambi Wahyudi. (AAS)

Baca juga:  Magister Kenotariatan UNJA Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT untuk Tingkatkan Mutu dan Tata Kelola