TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Jambi (Himatansi UNJA) menggelar puncak rangkaian Jambi Accounting Competition & Seminar Nasional 2026 atau JACSEN 2026 pada Senin (11/5/2026) di Balairung Pinang Masak, Universitas Jambi.
Pada penyelenggaraan ketiga ini, sebanyak 342 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia turut berpartisipasi. Dari jumlah tersebut, 16 tim terbaik berhasil melaju ke babak final yang digelar secara langsung di kampus UNJA.
JACSEN 2026 mengusung tema Smart Financial Systems: Increase Indonesia’s Economic Productivity in the Digital Era dengan empat cabang perlombaan, yakni Olimpiade Akuntansi, National Business Plan Competition, Lomba Karya Tulis Ilmiah, dan National Essay Competition.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Mei 2026. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan field trip ke Candi Muaro Jambi dan Kampoeng Radja pada hari kedua, serta ditutup dengan Seminar Nasional dan malam penghargaan JACSEN 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJA Shofia Amin, Ketua Jurusan Akuntansi Nela Safelia, Sekretaris Jurusan Akuntansi Riski Hernando, serta Koordinator Program Studi Akuntansi Achmad Hizazi.
Selain itu, hadir pula para dosen dan mahasiswa Jurusan Akuntansi UNJA serta peserta lomba dari berbagai universitas di Indonesia.
Seminar Nasional menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan praktisi dan regulator. Narasumber pertama yakni Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP-PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Akhson Dwi Hermawan.
Sementara itu, narasumber berikutnya berasal dari Kantor Akuntan Publik Roza Eko dan Boy Cabang Pekanbaru, yakni Boy Febrian dan Auditor Senior Rudi Syaf Putra.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menekankan pentingnya fondasi akuntansi bagi keberlangsungan sebuah usaha.
“Tidak ada perusahaan yang sukses dan sustainable apabila akuntansinya lemah. Pastikan kalian, dan wajibkan tim kalian, untuk merasa ‘kami harus menang’. Tapi jangan lupa, semangat kompetitif harus ada dasarnya, yaitu kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Diza.
Sementara itu, Dekan FEB UNJA Shofia Amin mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator di era digital.
“Digitalisasi ini bukan lagi pilihan, melainkan fondasi baru dalam produktivitas ekonomi. Saya berharap mahasiswa akuntansi nantinya bisa menjadi garda terdepan dalam penguasaan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tapi juga sebagai inovator yang mampu mengawal integritas keuangan di era digital ini,” katanya.
Ketua Jurusan Akuntansi Nela Safelia turut mengapresiasi pelaksanaan JACSEN 2026 yang dinilai menjadi ruang silaturahmi akademik lintas kampus.
“Melalui JACSEN, kita dapat membangun silaturahmi, keakraban, serta saling berbagi nilai-nilai ilmu pengetahuan dan menginspirasi satu sama lain. Seminar pada hari ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan kesempatan bertukar wawasan antar mahasiswa seluruh Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang dari empat cabang perlombaan. Wakil Wali Kota Jambi juga memberikan tambahan hadiah khusus bagi juara pertama cabang National Business Plan Competition sebagai bentuk apresiasi atas inovasi yang ditampilkan peserta.
Antusiasme peserta turut mewarnai pelaksanaan JACSEN 2026. Salah satu peserta, Ni Luh Putu Ayunda Astitiani, mengaku mendapatkan pengalaman berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Pengalamannya seru banget, apalagi di hari kedua ada field trip. Bisa ketemu teman-teman dari berbagai daerah. Proposal bisnis plan kami mengangkat aplikasi Kedasin, sebuah platform pengelolaan pengangkutan sampah untuk menjawab permasalahan sampah di Bali,” ungkapnya.
JACSEN merupakan program unggulan tahunan Himatansi UNJA yang secara konsisten digelar sebagai ajang kompetisi akuntansi tingkat nasional. Ke depan, Himatansi UNJA berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mendorong mahasiswa akuntansi di seluruh Indonesia untuk berinovasi, membangun integritas, serta berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa. (*)



Tinggalkan Balasan