“Konfercablub ini bukan lahir karena kepentingan individu ataupun kelompok tertentu, tetapi lahir dari semangat bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan memperkuat persatuan kader GMNI Kota Metro,” tegasnya.

Ia juga menilai KONFERCABLUB bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang evaluasi, koreksi, dan konsolidasi perjuangan organisasi.

“Forum ini adalah ruang evaluasi, ruang koreksi, sekaligus ruang konsolidasi perjuangan. Organisasi yang hidup adalah organisasi yang berani menghadapi persoalan, berani melakukan pembenahan, dan berani menentukan arah gerak baru demi keberlanjutan cita-cita perjuangan,” ujarnya.

Khoirur menambahkan, kepengurusan DPC GMNI Kota Metro periode 2026–2028 akan dibangun dengan semangat kolektif-kolegial dan mengedepankan persatuan kader sebagai fondasi utama organisasi.

Arah perjuangan tersebut disebut sejalan dengan visi Ketua Umum DPP GMNI periode 2025–2028, Sujahri Somar, yakni “Menyulam Persatuan”.

Baca juga:  Marhaen di Era Digital : Perjuangan Driver Ojol Melawan Penindasan Gaya Baru

Ke depan, GMNI Kota Metro diharapkan menjadi organisasi yang aktif dalam gerakan rakyat, kuat secara ideologi, serta mampu menghadirkan ruang intelektual yang progresif bagi kader maupun masyarakat.

“Konfercablub ini juga menjadi ruang refleksi, evaluasi, dan konsolidasi organisasi guna melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa GMNI Kota Metro menjadi organisasi perjuangan yang lebih solid, progresif, dan revolusioner,” tutupnya. (*)