Selain dilengkapi sistem pemantauan digital, armada baru tersebut juga memiliki fasilitas penampungan air limbah sampah sehingga tidak mencemari jalan selama proses pengangkutan.
Pemerintah Kota Jambi juga akan menambah depo transfer secara bertahap guna memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis OPBM yang kini terus dipercepat implementasinya di tingkat masyarakat.
Program OPBM sendiri telah diperkuat melalui pengoperasian 150 becak motor (bentor) pengangkut sampah yang bertugas mengambil sampah langsung dari rumah warga menuju depo transfer terdekat.
“Dengan OPBM, sampah diambil dari rumah ke rumah. Setelah itu dibawa ke depo transfer dan pada hari yang sama harus langsung dikirim ke TPA Talang Gulo. Tidak boleh menginap,” tegas Maulana.
Ia juga menekankan, ke depan tidak boleh lagi terdapat tempat pembuangan sampah sementara liar di sepanjang jalan protokol maupun kawasan permukiman. Pemerintah meminta masyarakat mulai membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.
“Sepanjang jalan protokol ataupun jalan perkampungan tidak boleh lagi ada TPS liar. Masyarakat harus sadar terhadap tanggung jawab sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan layanan OPBM,” ujarnya.
Peluncuran armada pengangkut sampah berbasis digital tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang lebih bersih, tertib, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sistem pelayanan publik berbasis teknologi di sektor persampahan. (*)




Tinggalkan Balasan