Kurikulum Prodi D3 Analis Kimia UNJA sendiri telah dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE), mencakup pembelajaran terkait analisis mutu minyak sawit, teknik sampling, keselamatan kerja laboratorium, hingga pengoperasian instrumen analitik.

Selain itu, Prodi D3 Analis Kimia juga didukung fasilitas laboratorium pembelajaran dan laboratorium instrumen yang memadai, serta tenaga pengajar yang kompeten di bidang kimia analitik, kimia organik, instrumentasi, dan penelitian berbasis bahan alam maupun biomaterial.

Letak geografis UNJA yang berada di kawasan sentra perkebunan juga dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung praktik lapangan dan penelitian terapan bagi mahasiswa.

Sebanyak 30 mahasiswa nantinya akan diterima melalui jalur beasiswa ini dalam satu kelas khusus. Adapun rincian jumlah peserta secara resmi akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama BPDP.

Baca juga:  Prof Mahfud MD : Tak Hanya Polri, Semua Lembaga Penegak Hukum Harus Dibenahi

Dhian berharap program tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri.

“Mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP diharapkan tidak hanya memanfaatkan program ini sebagai kesempatan memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kompetensi, karakter, disiplin, dan pengetahuan sebagai calon tenaga ahli di sektor perkebunan Indonesia,” ungkapnya.

Bagi UNJA, penetapan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan nasional melalui pengembangan SDM yang unggul, berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Informasi terkait pendaftaran dan jadwal pelaksanaan program akan diumumkan lebih lanjut melalui saluran resmi Prodi D3 Analis Kimia FST UNJA. (*)