TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Program Studi D3 Analis Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) kembali dipercaya sebagai penyelenggara Program Pendidikan Pengembangan SDM Perkebunan 2026 oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Melalui program tersebut, UNJA membuka beasiswa penuh bagi 30 mahasiswa untuk tahun akademik mendatang.

Penetapan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PENG-3/BPDP/2026 tanggal 11 Mei 2026. UNJA menjadi satu dari 42 perguruan tinggi di Indonesia yang lolos seleksi program pengembangan SDM perkebunan tersebut. Ini merupakan kali kedua Prodi D3 Analis Kimia UNJA mendapat kepercayaan dari BPDP setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan program serupa pada periode sebelumnya.

Kelolosan tersebut diraih setelah melalui proses seleksi yang cukup kompetitif, mulai dari penilaian administrasi, akademik, sarana dan prasarana, kualifikasi tenaga pengajar, hingga kesiapan institusi dalam mendukung kebutuhan industri perkebunan.

Baca juga:  BEM Universitas Jambi Resmi dilantik, Rektor : Semoga Berjalan dengan Penuh Tanggung Jawab

Koordinator Prodi D3 Analis Kimia, Dhian Eka Wijaya, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan nasional terhadap kualitas pendidikan yang dibangun Prodi D3 Analis Kimia UNJA.

“Penetapan ini merupakan bentuk kepercayaan dan pengakuan nasional terhadap kualitas tata kelola pendidikan serta kesiapan sumber daya yang dimiliki Prodi D3 Analis Kimia UNJA,” ujar Dhian dikutip dari unja.ac.id.

Ia menjelaskan, pengalaman sebagai penyelenggara pada periode sebelumnya menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi UNJA dalam proses seleksi tahun ini.

“Pengalaman sebelumnya sebagai lembaga penyelenggara pendidikan SDM Perkebunan menjadi modal penting, sehingga evaluasi dari pelaksanaan periode sebelumnya akan terus kami lakukan untuk peningkatan kualitas program,” katanya.

Dhian menambahkan, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program studi tersebut. Menurutnya, bidang analisis kimia sangat dibutuhkan dalam pengawasan mutu produk perkebunan dan pengendalian kualitas produk turunan kelapa sawit.

Baca juga:  Tidak Transparan, PKKMB Universitas Jambi Jauh Dari Harapan

Kurikulum Prodi D3 Analis Kimia UNJA sendiri telah dirancang berbasis Outcome Based Education (OBE), mencakup pembelajaran terkait analisis mutu minyak sawit, teknik sampling, keselamatan kerja laboratorium, hingga pengoperasian instrumen analitik.

Selain itu, Prodi D3 Analis Kimia juga didukung fasilitas laboratorium pembelajaran dan laboratorium instrumen yang memadai, serta tenaga pengajar yang kompeten di bidang kimia analitik, kimia organik, instrumentasi, dan penelitian berbasis bahan alam maupun biomaterial.

Letak geografis UNJA yang berada di kawasan sentra perkebunan juga dinilai menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung praktik lapangan dan penelitian terapan bagi mahasiswa.

Sebanyak 30 mahasiswa nantinya akan diterima melalui jalur beasiswa ini dalam satu kelas khusus. Adapun rincian jumlah peserta secara resmi akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Utama BPDP.

Baca juga:  Hadiri Simposium GMNI Jambi, Kajati Jambi Sugeng Hariadi Tekankan Soal Integritas Nasionalis dan Kritik yang Solutif

Dhian berharap program tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri.

“Mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP diharapkan tidak hanya memanfaatkan program ini sebagai kesempatan memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kompetensi, karakter, disiplin, dan pengetahuan sebagai calon tenaga ahli di sektor perkebunan Indonesia,” ungkapnya.

Bagi UNJA, penetapan ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan nasional melalui pengembangan SDM yang unggul, berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Informasi terkait pendaftaran dan jadwal pelaksanaan program akan diumumkan lebih lanjut melalui saluran resmi Prodi D3 Analis Kimia FST UNJA. (*)