Pada babak final offline, Mafaza dan Ajeng hadir langsung ke Lombok mewakili tim didampingi dosen pembimbing, Besse Monica Arfiana, S.Pi., M.Si. Selama proses persiapan, tim juga aktif belajar dan berlatih presentasi bersama senior di Karya Salemba Empat (KSE) yang telah berpengalaman mengikuti kompetisi serupa.
Dosen pembimbing tim, Besse Monica Arfiana, mengapresiasi semangat dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras tim dalam mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani bersaing di tingkat nasional,” ujarnya dikutip dari unja.ac.id.
Sementara itu, Mafaza mengatakan motivasi terbesar mengikuti kompetisi tersebut adalah membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional dengan menghadirkan inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan tingginya biaya pakan ikan.
“Kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya secara pribadi dan tim karena menjadi bukti bahwa kerja keras, proses belajar, dan keberanian mencoba hal baru dapat membawa hasil yang baik. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan lebih percaya diri dalam mengikuti kompetisi lainnya di tingkat nasional,” kata Mafaza.
Ke depan, tim berharap inovasi RUDETTA dapat terus dikembangkan melalui riset lanjutan agar dapat diproduksi secara lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi para pembudidaya ikan di Indonesia. (*)




Tinggalkan Balasan