TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan limbah dan penghijauan kampus. Komitmen itu diwujudkan melalui langkah ramah lingkungan saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini.
Melalui Korpus Lingkungan Hidup dan SDGs, kampus menyiapkan penggunaan eco enzyme pada lokasi penyembelihan kurban. Program tersebut bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan selama proses penyembelihan berlangsung. Selain itu, penggunaan eco enzyme juga diharapkan mampu mengurangi pencemaran limbah organik.
Koordinator pusat Lingkungan Hidup dan SDGs, Dr. Irmawati, mengatakan persiapan sudah dilakukan sejak awal. Ia menjelaskan setiap bagian panitia kurban akan menerima satu jirigen eco enzyme. Pembagian cairan itu dilakukan saat pembukaan kegiatan penyembelihan hewan kurban.
Menurut Irmawati, eco enzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik. Bahan utamanya berasal dari limbah buah, sayur, molase/gula aren, dan air. Cairan tersebut bersifat alami, aman, ekonomis, serta ramah terhadap lingkungan. Karena itu, eco enzyme dinilai efektif digunakan dalam pengelolaan limbah kurban.
Irmawati menjelaskan eco enzyme mampu mengurangi bau tidak sedap di area penyembelihan.
“Bau dari darah, jeroan, dan sisa daging dapat diminimalkan dengan penyemprotan eco enzyme. Selain mengurangi bau, bisa juga membantu menghambat pertumbuhan bakteri,” jelasnya pada Kamis, (28/5/2026).
Langkah tersebut menjadi penting, sebab dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi penyembelihan. Tidak hanya itu, eco enzyme juga bermanfaat membersihkan saluran air dari sumbatan lemak. Dengan demikian, limbah cair tidak langsung mencemari lingkungan sekitar kampus.




Tinggalkan Balasan