“Alhamdulillah untuk jenjang SMP dan SMA penjangkauan telah selesai sampai pengecekan tempat tinggal masing-masing. Sehingga dapat dipastikan siswa-siswi yang dipilih berada pada Desil I atau keluarga tidak mampu,” ucap Maulana.

Ia juga menyebut, jenjang Sekolah Dasar yang menjadi kendala saat ini, karena diperlukan meyakinkan para orang tua untuk melepas anaknya menempuh pendidikan lewat proses asrama.

Dirinya berharap, dengan tahapan pembangunan Sekolah Rakyat Bagan Pete yang saat ini telah berjalan 70 persen, dapat selesai sesuai waktu yang ditargetkan diakhir bulan Juni 2026.

“Semoga tahun ajaran baru bisa beroperasi setelah pembangunan selesai, sehingga siswa di Sentra Alyatama semuanya bisa pindah kesini,” harapnya.

Selain itu, Maulana juga menyebutkan Sekolah Rakyat Kota Jambi nantinya juga akan menampung peserta didik dari luar daerah, termasuk jika ada siswa yang berasal dari Suku Anak Dalam (SAD).

Baca juga:  HUT Ke 624 Tanah Pilih Pusako Betuah, Pemkot Jambi Fokus Tangani Banjir dan Revitalisasi Ruang Publik

“Sebelum daerah lain memiliki Sekolah Rakyat, melalui Pemerintah Provinsi Jambi, jika ada peserta didik yang dari luar maka akan dititipkan dulu di SR Kota Jambi,” sebutnya.

Nantinya pada Sekolah Rakyat yang berlokasi di Bagan Pete, Kota Jambi dapat menampung peserta didik jenjang SD, SMP dan SMA sebanyak 1.080 siswa.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan terima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi. Ia menyebut program ini menjadi peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami berterima kasih atas dibangunnya Sekolah Rakyat ini. Ini murni program Bapak Presiden dan Kementerian Sosial,” ujar Al Haris.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Temui Menteri Sosial RI, Usulkan Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Al Haris mengatakan, Pemprov Jambi akan mendorong seluruh kabupaten/kota agar ikut menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Syarat utamanya, lahan tersebut harus aman secara hukum dan kemudian akan diverifikasi oleh kementerian.

“Kalau kepala daerahnya aktif, tentu akan lebih cepat. Tapi kalau lamban, bisa saja terbangun belakangan,” katanya.

Saat ini, kata Al Haris, sudah ada dua lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun, yakni di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur. Selain itu, enam lokasi lainnya juga sedang berproses, yakni Sungai Gelam, Batanghari, Bungo, Tebo, Merangin, dan Sarolangun.

Al Haris berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk keluar dari keterbatasan. Ia juga mengajak seluruh pemerintah daerah di Jambi bergerak cepat mendukung program tersebut.

Baca juga:  Setelah Festival Tumpah Ruah, Kini Festival Sungai Asam Kembali Buat Terminal Rawasari Dipadati Ribuan Warga

Kehadiran Mensos juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jambi dalam menjalankan program sosial bagi masyarakat. (*)