TANYAFAKTA.CO, SAROLANGUN – Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) di Pulau Lintang, Kabupaten Sarolangun, membawa dampak nyata bagi masa depan komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, kolaborasi tersebut membuka peluang baru bagi masyarakat SAD untuk meningkatkan perekonomian melalui pemasaran produk kerajinan tradisional mereka di pasar digital.

Selama ini, generasi muda SAD di Pulau Lintang dikenal memiliki keterampilan dalam membuat berbagai kerajinan tangan, seperti cincin dan gelang etnik. Namun, potensi ekonomi tersebut belum berkembang optimal karena proses produksi masih dilakukan menggunakan peralatan sederhana yang membutuhkan waktu cukup lama dan membatasi jumlah hasil produksi.

Baca juga:  Beda Dengan Kabupaten Lain, KPU Muaro Jambi Gelar Peluncuran Pilkada Dengan Tabligh Akbar Dan Doa Bersama

Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian UNJA yang dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Andiopenta, M.Hum., memberikan bantuan berupa peralatan kerja yang lebih modern untuk mempercepat proses produksi tanpa menghilangkan nilai budaya dan keaslian produk kerajinan yang dihasilkan.

Tak hanya membantu dari sisi produksi, tim juga mendorong perubahan pola pemasaran. Produk kerajinan tangan yang sebelumnya hanya digunakan untuk kebutuhan internal atau dipasarkan secara terbatas, kini dipersiapkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui berbagai pameran daerah dan platform marketplace berbasis media sosial.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Drs. Andiopenta, M.Hum., mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat SAD.

Baca juga:  DWP UNJA Gelar Seminar Pemberdayaan Perempuan dan Nobar Film GAZA, Dorong Semangat Menulis dan Berkarya