“Harapannya, ke depan produk ini dapat dikomersialisasikan dengan manajemen yang baik. Digitalisasi pemasaran ini akan menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan guna meningkatkan perekonomian komunitas SAD Pulau Lintang,” ujarnya dikutip dari unja.ac.id
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Tumenggung SAD Pulau Lintang, Curiga, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh tim pengabdian UNJA.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen atas kepeduliannya memberikan bantuan peralatan ini. Semoga dengan adanya alat baru, pembuatan cincin dan gelang kami bisa lebih cepat sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya melalui penerjemahan dari bahasa asli Suku Anak Dalam.
Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja sama tim dosen FKIP UNJA yang terdiri dari Prof. Dr. Drs. Andiopenta, M.Hum., Sri Indri Harianja, M.Pd., Junita Yosephine Sinurat, M.Pd., dan Tohap Pandapotan Simaremare, M.Pd.
Selain itu, empat mahasiswa UNJA, yakni Putri Sitanggang, George Jhosepi Siagian, Sri Nurtati Ritonga, dan Rijal Bahri Lumban Gaol, turut terlibat langsung mendampingi para pemuda SAD di lapangan guna memastikan proses transfer pengetahuan dan teknologi berjalan dengan baik.
Melalui program yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi sekaligus pelestarian budaya tersebut, UNJA menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat adat. Pengabdian ini juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi dan digitalisasi dapat menjadi jembatan untuk mengurangi keterasingan geografis serta membuka peluang yang lebih luas bagi kemajuan masyarakat adat di Provinsi Jambi. (*)





Tinggalkan Balasan