Meski demikian, Laila mengingatkan bahwa pertumbuhan pembiayaan harus berjalan seiring dengan kualitas aset yang sehat. Menurutnya, keberhasilan ekspansi kredit tidak hanya diukur dari besarnya volume pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga kemampuan bank menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terkendali.

“Kesehatan bank harus tetap menjadi prioritas. Pertumbuhan pembiayaan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika kualitas kredit terjaga dan profitabilitas perusahaan tetap sehat,” katanya.

Selain memperkuat pembiayaan produktif, Laila juga menyoroti pentingnya transformasi digital yang saat ini terus dikembangkan Bank Jambi. Digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan perbankan, khususnya bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Baca juga:  Dirut Bank 9 Jambi Pastikan Audit Forensik Jalan, Kerugian Nasabah Diganti Penuh

Dengan dukungan teknologi, layanan perbankan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara cepat, mudah, dan efisien. Hal ini sekaligus menjadi modal penting bagi Bank Jambi untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.

Di sisi lain, dukungan penuh pemerintah daerah sebagai pemegang saham dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi Bank Jambi dalam menjalankan berbagai program pengembangan bisnis.

Dengan tata kelola perusahaan yang baik, strategi yang adaptif, serta fokus pada pembiayaan sektor produktif, Bank Jambi diyakini mampu memperkuat kontribusinya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Provinsi Jambi di masa mendatang. (*)