Aksi tersebut mengusung sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian sejumlah program pemerintah yang dinilai bermasalah seperti MBG dan Kopdes, penolakan militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui berbagai kesalahan kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Namun hingga saat ini, belum ada bukti maupun keterangan resmi yang menghubungkan gangguan Facebook dan Instagram dengan aksi demonstrasi tersebut. Spekulasi yang beredar di media sosial masih sebatas dugaan dari para pengguna dan belum dapat diverifikasi.
Sebaliknya, sejumlah gangguan serupa pada platform Meta juga pernah terjadi di berbagai negara akibat masalah teknis internal. Pada beberapa insiden sebelumnya, Meta menyatakan bahwa gangguan akses Facebook dan Instagram disebabkan oleh masalah teknis pada sistem layanan mereka.
Hingga berita ini ditulis, Meta belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab gangguan Facebook dan Instagram yang terjadi hari ini. Situs pemantau status layanan Meta juga belum menampilkan penjelasan khusus mengenai masalah yang dilaporkan pengguna Facebook dan Instagram.
Karena itu, penyebab pasti gangguan masih belum diketahui dan publik masih menunggu klarifikasi resmi dari Meta mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada dua platform media sosial terbesar tersebut. (*)





Tinggalkan Balasan