Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan sertifikasi profesi bagi pencari kerja agar lebih mudah terserap oleh dunia usaha.
“Ke depan yang menjadi kebutuhan bukan hanya ijazah, tetapi juga kompetensi dan sertifikasi profesi. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong program pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi agar tenaga kerja Indonesia semakin siap menghadapi kebutuhan industri,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional yang pada tahun 2026 menargetkan ratusan ribu peserta di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar menyampaikan bahwa kegiatan Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazaar UMKM merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Menurut Kapolda, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Tidak hanya membuka akses terhadap kesempatan kerja, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan dan mengembangkan usahanya,” ujar Kapolda.
Kapolda menjelaskan, kegiatan Job Fair tahun ini diikuti oleh 100 perusahaan dari berbagai sektor usaha yang menyediakan 188 formasi jabatan dengan lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan. Selain itu, sebanyak 36 pelaku UMKM turut ambil bagian memamerkan produk unggulan daerah.
“Selain Job Fair dan Bazaar UMKM, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang tersedia selama kegiatan berlangsung, seperti layanan kesehatan gratis, pelayanan SIM keliling, dan Samsat keliling,” jelas Kapolda.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Polda Jambi dan seluruh pemangku kepentingan berharap dapat memperkuat sinergi dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





Tinggalkan Balasan