Pernyataan tersebut juga pernah disampaikan oleh seorang HRD, Hasan Askari, yang menilai sebagian job fair hanya menjadi ajang formalitas dan branding untuk Key Performance Indicator (KPI) atau indikator kinerja utama dari kedinasan terkait.

Lebih lanjut, HRD itu menyebut bahwa era kejayaan job fair sebagai sarana utama rekrutmen sudah berlalu sejak tahun 2010-an. Kini, perusahaan lebih memilih platform digital dan situs pencarian kerja profesional untuk menyaring kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

‎“Kalau memang butuh karyawan, sekarang semua lewat online. Bisa filter langsung pelamar yang sesuai,” katanya.

Dalam Bhayangkara Presisi Job Fair dan Bazar UMKM Polda Jambi tahun 2026, sebanyak 100 perusahaan berpartisipasi dengan menyediakan lebih dari 1.000 peluang kerja dari berbagai sektor.

Baca juga:  MK Putuskan Soal Batas Usia Cakada, Kaesang Pangarep Dipastikan Tidak Bisa Maju

Gubernur Jambi Al Haris turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, job fair menjadi salah satu langkah konkret dalam membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Februari 2026, jumlah pengangguran di Provinsi Jambi masih mencapai sekitar 74 ribu orang dari total penduduk sekitar 3,8 juta jiwa.

“Persoalan pengangguran dan kemiskinan merupakan akar dari berbagai persoalan sosial. Karena itu, kegiatan seperti Job Fair ini sangat penting sebagai upaya membuka peluang kerja,” ujar Al Haris.

Sementara Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain membuka akses pekerjaan, kegiatan tersebut juga menghadirkan bazar UMKM dan berbagai layanan publik.

Baca juga:  Warning Keras Wali Kota Jambi: ASN Terlibat Judol dan Pinjol Siap Disanksi

Melalui kegiatan ini, pemerintah dan pemangku kepentingan berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jambi. (Aas)