Selain meningkatkan kompetensi, Afriansyah juga menekankan pentingnya memperluas lapangan kerja agar masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa terbatasnya kesempatan kerja dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat masuk ke sektor ilegal, termasuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Jambi.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah turut menyampaikan dua program nasional Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026, yakni Program Pelatihan Vokasi Nasional dengan target 70 ribu peserta dan Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta di seluruh Indonesia.
Program Magang Nasional diperuntukkan bagi lulusan baru jenjang D1 hingga S1 tahun 2025–2026. Peserta akan mengikuti program magang selama enam bulan dengan memperoleh insentif setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing.
Untuk Provinsi Jambi, besaran insentif tersebut mencapai sekitar Rp3,4 juta per bulan.
Sementara peserta Pelatihan Vokasi Nasional akan mendapatkan pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi dari BNSP, serta bantuan transportasi selama mengikuti pelatihan.
Afriansyah menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan siap memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Jambi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.
“Saya berharap kolaborasi ini terus diperkuat. Sebagai putra Jambi, saya ingin bersama Gubernur membangun program ketenagakerjaan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan