“Dari keyakinan dan keteguhan itu akan lahir keberanian, dan dari keberanian akan lahir kebenaran, selanjutnya menciptakan kesabaran, hingga kebenaran Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaran akan menang,” ujar Hasto.

Di puncak Gunung Kerinci setinggi 3.805 MDPL tersebut,  Hasto juga menyempatkan diri berdoa untuk nusa dan bangsa, terlebih dalam kondisi Indonesia saat ini.

“Meskipun saya bukan pemanjat gunung, dari atas puncak ini kita bisa berkontemplasi, sembari mendoakan Ibu Megawati dan keluarga, serta bangsa dan negara kita dalam kondisi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hasto Kristiyanto menunjukkan kondisi fisik yang prima setelah menjalani pendakian selama tiga hari dua malam di Gunung Kerinci.

Baca juga:  Siap-Siap ! Besok Bawaslu Kota Jambi Akan Periksa Calon Wali Kota Jambi Nomor Urut 2

Hasto berhasil menyelesaikan perjalanan turun menuju kaki gunung dalam waktu kurang dari lima jam. Dengan langkah mantap kembali menyentuh tanah, ia menegaskan bahwa pendakian tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan simbol pengejawantahan pikiran dan semangat Bung Karno serta Megawati Soekarnoputri.

Di usianya yang hampir menginjak enam dekade, ketegaran yang ditunjukkannya menjadi gambaran bahwa semangat juang yang diwariskan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri tidak pernah surut oleh waktu.

Dari ketinggian Kerinci hingga bumi pertiwi, pesan yang dibawanya menggema bahwa politik harus tetap menjadi jalan pengabdian, dan kebenaran pada akhirnya akan selalu menemukan jalannya.

Bagi Hasto, pekik “Merdeka” di penghujung rimba menjadi pengingat bahwa perjuangan bagi rakyat marhaen tidak pernah benar-benar usai dan akan terus digelorakan bersama seluruh kader di berbagai penjuru Nusantara. (*)

Baca juga:  Sinergi Regulasi dan Investasi: Menafsir PMK Nomor. 68 Tahun 2024 dalam Percepatan Jalan Khusus Batubara Jambi