Mariani juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas ekonomi kreatif, dan para praktisi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin berkembang di Kota Jambi.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan pelaku ekonomi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan kemampuan digital yang baik, UMKM dan pelaku usaha kreatif dapat memperluas pasar serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha, terutama generasi muda yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.
“Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Jambi. Melalui workshop ini, kami ingin melahirkan pelaku-pelaku usaha kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memasarkan produknya secara efektif melalui platform digital,” kata Diza.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen mendorong lahirnya wirausaha baru berbasis teknologi agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen di dunia digital, tetapi juga menjadi pelaku aktif dalam ekonomi kreatif.
Diza juga mengapresiasi peran pelaku UMKM yang menjadi salah satu penggerak pembangunan ekonomi daerah.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan menjadi semangat bagi para peserta untuk memahami dunia digitalisasi dan memanfaatkannya dalam pengembangan usaha,” tuturnya.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap ilmu, membangun jejaring, serta menciptakan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
“Jadikan workshop ini sebagai ruang belajar dan berkolaborasi. Ilmu yang diperoleh hendaknya dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan memperkuat ekonomi kreatif Kota Jambi,” pungkasnya. (AAS)





Tinggalkan Balasan