Ia menegaskan, Pemerintah Kota Jambi akan terus memperluas berbagai program keagamaan yang selama ini telah berjalan, seperti Majelis Bahagia Bershalawat, syiar Al-Qur’an di setiap kecamatan, hingga pembinaan keagamaan di tingkat kelurahan dan RT.
Selain itu, Kota Jambi yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jambi juga terus melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan sukses.
Maulana menilai bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak serta kehidupan spiritual masyarakatnya. Karena itu, penguatan nilai-nilai agama menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
“Kami berharap semangat Muharram ini menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun masyarakat yang berakhlak mulia,” katanya.
Sepanjang pelaksanaan Tabligh Akbar, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Lapangan Kantor Wali Kota Jambi dipenuhi jamaah yang larut dalam lantunan shalawat dan tausiah dari para penceramah.
Melalui Festival Muharram 1448 Hijriah ini, Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membentuk masyarakat yang religius, harmonis, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan. (*)





Tinggalkan Balasan