“Kami melihat sendiri bagaimana perjuangan PMI bersama para relawan dalam memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat. Kebutuhan ini tidak pernah menurun, justru terus bertambah,” katanya.
Maulana menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan darah. Dukungan masyarakat melalui donor darah sukarela dinilai menjadi kunci menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit.
“Pemerintah sangat terbantu dengan gerakan donor darah yang dilakukan PMI. Semangat gotong royong harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang menjadi pendonor tetap,” tuturnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan mengoptimalkan Program Kampung Bahagia sebagai ruang edukasi sekaligus lokasi pelaksanaan kegiatan donor darah di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, berbagai fasilitas publik yang telah dibangun di kawasan permukiman dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, termasuk donor darah secara berkala.
Selain itu, Pemkot Jambi juga akan terus memperkuat dukungan terhadap operasional PMI melalui kolaborasi dengan dunia usaha dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Pengelolaan darah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu pemerintah bersama dunia usaha akan terus hadir mendukung PMI agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, PMI Kota Jambi juga menyerahkan piagam penghargaan kepada OPD, perusahaan, komunitas, serta pendonor aktif yang dinilai konsisten mendukung gerakan donor darah dan aksi kemanusiaan di Kota Jambi. (*)




Tinggalkan Balasan