Kabar tersebut disambut sorak gembira oleh ratusan massa pengerajin yang menunggu di depan Gedung DPRD. Mendengar komitmen Ketua DPRD bahwa kendala perizinan yang selama ini menghambat operasional mereka akan segera dicarikan solusi teknis, para pengunjuk rasa secara sukarela dan tertib membubarkan diri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Aidi Hatta yang telah merespons cepat keluhan kami. Kabar baik ini adalah angin segar bagi kami semua para pengerajin di Sungai Gelam agar bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” ungkap salah satu perwakilan pendemo.

Aidi Hatta menegaskan DPRD akan terus memantau proses tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut. Ia ingin memastikan OPD terkait segera menjalankan arahan yang telah disepakati agar para pengerajin batu bata di Sungai Gelam tidak lagi terkendala dalam memperoleh bahan baku.

Baca juga:  “Pasang Badan” untuk MBG, BEM UNAJA Ingatkan DPRD Provinsi Jambi: Jangan Abaikan Fungsi Pengawasan

“DPRD akan terus mengawal agar apa yang kita sepakati hari ini segera terwujud di lapangan. Kita ingin ekonomi masyarakat terus berjalan, dan kita pastikan akses perizinan ini dilakukan sesuai dengan koridor hukum yang mempermudah rakyat kecil,” tutupnya.

Aksi yang dimulai sejak pagi tersebut berakhir dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menjadi momentum dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi para pengerajin batu bata di Kabupaten Muaro Jambi.