Hesti juga menilai program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Pelatihan ini diharapkan memberi keterampilan praktis kepada guru agama agar dapat menularkan metode pembelajaran cepat kepada siswa, sehingga kecintaan dan kemampuan membaca Al-Qur’an meningkat secara merata di seluruh Provinsi Jambi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, tenaga pendidik, dan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam, dan kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi hal mendasar yang harus dimiliki,” katanya.

Hesti Haris mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, masih terdapat ribuan siswa tingkat SMA yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius sekaligus alasan digelarnya pelatihan bagi para guru agama.

Baca juga:  Ketua TP-PKK Jambi Dorong Kreativitas Produk UMKM, Serahkan Bantuan Peralatan Produksi

“Kondisi ini menjadi perhatian serius dan mendorong lahirnya berbagai program pembinaan, salah satunya melalui pelatihan bagi para trainer agar dapat mengajarkan metode membaca Al-Qur’an secara efektif di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Pelatihan yang bekerja sama dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jambi itu menghadirkan narasumber dan fasilitator yang membimbing peserta melalui metode pembelajaran aplikatif sehingga dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi Jambi berharap gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an semakin meluas dan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sebagai bagian dari penguatan karakter religius di Provinsi Jambi. (*)