TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Universitas Jambi (UNJA) menggelar Coaching Clinic Proposal Kerja Sama dan Sosialisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 di Gedung UNIFAC Universitas Jambi, Mendalo, Selasa (8/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., para dekan, wakil dekan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), ketua jurusan, ketua program studi, dosen, serta pengelola kerja sama di lingkungan UNJA.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai implementasi IKU 5, khususnya dalam penyusunan proposal, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Baca juga:  Di Jalan Fokus, Kuliah Mulus, Sinsen Sasar Kampus Galakkan #Cari_aman

“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai implementasi IKU 5 sehingga kualitas penyusunan proposal, pelaporan, dan pelaksanaan kerja sama di UNJA dapat terus ditingkatkan,” ujarnya dikutip dari unja.ac.id.

Pada sesi pemaparan materi, Suryo Boediono, S.T., M.B.A., menjelaskan Buku Panduan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Tahun 2026 sekaligus memaparkan strategi membangun kerja sama yang berdampak.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah kerja sama tidak hanya diukur dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), melainkan dari implementasi program yang menghasilkan manfaat nyata melalui Implementation Arrangement (IA).

“Selama ini banyak hasil penelitian yang hanya tersimpan di lemari. Penelitian dan kerja sama harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Jangan berhenti pada penandatanganan MoU dan MoA, tetapi lanjutkan melalui implementasi program yang nyata,” jelasnya.

Baca juga:  Hayatullah Qomainy Terpilih Sebagai Formateur HMI Komisariat ISIP UNJA

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas strategi penyusunan proposal berdasarkan program kerja sama yang telah dilaksanakan agar menghasilkan proposal yang berdampak.

Menanggapi berbagai pertanyaan peserta, Suryo Boediono menjelaskan bahwa kualitas proposal tidak ditentukan oleh banyaknya kerja sama yang dimiliki suatu perguruan tinggi, melainkan oleh kemampuan menyusun narasi yang fokus, menunjukkan dampak nyata, serta didukung data yang relevan.

Melalui Coaching Clinic ini, Universitas Jambi diharapkan semakin memperkuat implementasi IKU 5 sekaligus meningkatkan kualitas penyusunan proposal dan pengelolaan kerja sama yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)