Menurutnya, program tersebut menjadi peluang menghadirkan berbagai inovasi yang dapat membantu masyarakat, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program serta menjalin kerja sama dengan mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.
Hal senada disampaikan Sekretaris Camat Sekernan, Syaifudin Sobri, S.KM., M.Si. Ia menyatakan dukungan Pemerintah Kecamatan Sekernan terhadap pelaksanaan PPK Ormawa.
Ia berharap mahasiswa dan dosen UNJA dapat menghadirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa IMATIKA FKIP UNJA, Nabila Sapitri, menjelaskan bahwa program yang dijalankan berfokus pada pengembangan Pojok Belajar Integratif sebagai sarana peningkatan literasi multidimensi masyarakat Desa Tantan.
“Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari remaja, ibu rumah tangga, kelompok PKK, karang taruna, hingga masyarakat umum. Selain menghadirkan empat pojok literasi, tim juga akan membentuk pionir Desa Tantan agar program yang telah dijalankan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan produk yang bernilai ekonomi,” jelasnya.
Melalui program ini, IMATIKA FKIP UNJA berharap penguatan literasi multidimensi di Desa Tantan dapat berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong terwujudnya desa yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. (*)





Tinggalkan Balasan