“Kita punya sesuatu yang bernilai tinggi. Kita punya museum di Candi Muaro Jambi, Museum Film, saya rasa Jambi lengkap bila ini kita kolaborasikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pengelola Museum Bioskop Tempoa, Rachmadi, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Kebudayaan yang dinilainya menjadi motivasi besar bagi pengembangan museum tersebut.

“Kami sangat mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Menteri Kebudayaan. Keberadaan museum ini merupakan upaya kecil kami dalam menjaga seni dan budaya, terutama di bidang film,” ungkap Rachmadi.

Ia berharap perhatian pemerintah dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Museum Bioskop Tempoa sehingga menjadi museum yang lebih representatif.

“Kami berharap dengan kedatangan Pak Menteri museum ini bisa menjadi lebih dikenal luas oleh masyarakat Jambi dan Indonesia,” katanya.

Baca juga:  Pj Wali Kota Jambi Tinjau Pelaksanaan MBG di Kota Jambi

Tempoa Art Gallery sendiri merupakan bangunan bekas bioskop kelas VIP yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Bangunan milik keluarga Arwin Lie itu kini menyimpan jejak sejarah perkembangan bioskop di Kota Jambi pada periode 1970 hingga 1990-an.

Museum Bioskop Tempoa memiliki sekitar 1.180 poster film asli dari Indonesia, India, Mandarin, hingga Hollywood. Selain itu, museum ini juga menyimpan tiga generasi proyektor film, kursi bioskop, loket dan tiket bioskop, pita film, lampu antik, serta berbagai perlengkapan perfilman lainnya.

Di antara ribuan koleksi  terdapat poster film Rambo, Dono Kasino Indro, Di Dadaku Ada Cinta, Isabella, hingga film-film yang dibintangi Rhoma Irama dan ratu film horor Indonesia, Suzanna.

Baca juga:  Idul Adha 1447 H, PTPN IV PalmCo Distribusikan 120 Ribu Paket Daging Kurban

Meski telah mengalami renovasi, bangunan Museum Bioskop Tempoa tetap mempertahankan bentuk aslinya yang tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang pelatihan menulis, pameran, maupun diskusi budaya. (AAS)