TANYAFAKTA.CO, SUNGAI PENUH – Sejumlah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Sungai Penuh menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi PDIP, Damrat, dalam kegiatan internal partai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Mereka menilai ketidakhadiran Damrat dalam kegiatan tersebut patut dipertanyakan. Terlebih, kegiatan digelar di Sekretariat DPC PDIP Kota Sungai Penuh dan diikuti jajaran pengurus serta kader partai.
Ketua PAC PDIP Kecamatan Sungai Bungkal, Alek, menyayangkan ketidakhadiran Damrat dalam kegiatan yang dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi dan kebersamaan kader.
Menurut Alek, kader yang telah mendapatkan amanah sebagai anggota legislatif melalui partai semestinya dapat menjadi teladan bagi kader lainnya, khususnya generasi muda PDIP.
“Sangat kita sayangkan yang bersangkutan tidak hadir dalam momen penting yang digelar DPC PDIP Kota Sungai Penuh. Seharusnya anggota DPRD dari Fraksi PDIP bisa menjadi contoh bagi kader,” ujar Alek.
Ia mengatakan, ketidakhadiran tersebut menjadi perhatian sejumlah pengurus PAC, terlebih sebelumnya partai telah mengimbau jajaran pengurus dan kader untuk aktif mengikuti kegiatan internal.
Diibaratkan Kacang Lupa Kulitnya
Senada dengan Alek, Ketua PAC PDIP Kecamatan Tanah Kampung, M. Latif, turut mempertanyakan ketidakhadiran Damrat.
Latif mengibaratkan kondisi tersebut seperti pepatah “kacang lupa kulitnya”. Menurutnya, keberadaan seorang kader hingga dipercaya menduduki jabatan legislatif tidak terlepas dari dukungan struktur dan kader partai.
“Yang membesarkan dirinya hingga bisa berada di posisi sekarang tentu tidak terlepas dari perjuangan kader dan partai,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan biaya politik yang dikeluarkan seorang calon legislatif dalam proses pemilu merupakan hal yang berbeda dengan kewajiban sebagai kader dan anggota legislatif dari partai.
“Kalau itu yang menjadi alasan ketidakhadiran, menurut kami tidak tepat. Kami berharap DPC PDIP Kota Sungai Penuh menyampaikan persoalan ini kepada DPD PDIP Provinsi Jambi dan DPP PDIP,” tegasnya.
PAC Buka Opsi PAW
Sementara itu, Sekretaris PAC PDIP Sungai Penuh menyatakan pihaknya siap menyampaikan sikap resmi terkait persoalan tersebut.
Ia bahkan menyebut opsi pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Damrat perlu dipertimbangkan apabila yang bersangkutan dinilai terus mengabaikan kegiatan dan kepentingan internal partai.
“Kalau diperlukan, kami siap membuat surat pernyataan sikap agar yang bersangkutan diusulkan untuk PAW,” tegasnya.
DPC PDIP Tekankan Soliditas Kader
Terpisah, Ketua Pelaksana Peringatan HUT ke-81 RI DPC PDIP Kota Sungai Penuh, Nurhadia, yang juga menjabat sebagai bendahara, mengatakan seluruh kader dan pengurus partai, termasuk anggota legislatif, diharapkan aktif mengikuti kegiatan yang digelar organisasi.
Menurutnya, kehadiran kader dalam kegiatan internal partai bukan semata-mata persoalan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari konsolidasi dan upaya menjaga soliditas organisasi.
“Seluruh pengurus dan kader, baik di tingkat DPC, PAC maupun anggota legislatif, diharapkan aktif dan memberikan contoh kepada kader lainnya,” ujarnya.
Nurhadia juga menyayangkan ketidakhadiran Damrat dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang digelar DPC PDIP Kota Sungai Penuh.
Namun demikian, tudingan serta tuntutan PAW yang disampaikan dalam pemberitaan ini merupakan sikap sejumlah pengurus PAC dan belum menjadi keputusan resmi partai.
Keputusan mengenai sanksi organisasi maupun PAW merupakan kewenangan partai yang harus ditempuh melalui mekanisme dan aturan internal PDIP serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan