TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI — Air menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah gambut yang kondisi muka airnya perlu terus dipantau. Muka air yang terlalu rendah dapat meningkatkan kerentanan lahan terhadap kebakaran, sementara kenaikan air yang berlebihan dapat meningkatkan risiko banjir.
Menyadari pentingnya pemantauan kondisi tersebut, mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 bersama masyarakat Desa Pudak memasang piezometer dan staff gauge di RT 13 dan RT 16, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Sebanyak empat alat dipasang sebagai bagian dari upaya membangun sistem pemantauan kondisi air yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Masing-masing lokasi dilengkapi satu piezometer untuk memantau muka air tanah dan satu staff gauge untuk memantau tinggi muka air di kanal.
Dengan keberadaan alat tersebut, masyarakat tidak hanya dapat mengetahui perubahan kondisi air di wilayahnya, tetapi juga memiliki dasar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan maupun banjir.
Piezometer, Membaca Air yang Tersembunyi di Dalam Tanah
Kondisi air di dalam tanah tidak dapat diketahui hanya dengan melihat permukaan lahan. Karena itu, piezometer digunakan untuk membantu masyarakat memantau tinggi muka air tanah, khususnya di wilayah gambut.
Melalui piezometer, perubahan muka air tanah dapat diamati secara lebih sederhana. Alat tersebut dilengkapi indikator warna hijau, kuning, dan merah untuk membantu masyarakat mengenali kondisi muka air tanah.
Zona hijau menunjukkan kondisi muka air tanah yang relatif aman. Zona kuning menjadi tanda agar masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lahan. Sementara zona merah menunjukkan muka air tanah yang sangat rendah sehingga kondisi lahan memerlukan perhatian lebih karena risiko kebakaran menjadi lebih tinggi.
Penggunaan indikator warna membuat informasi pada piezometer lebih mudah dipahami. Masyarakat tidak perlu melakukan pengukuran yang rumit untuk mengetahui kondisi muka air tanah, tetapi cukup memperhatikan posisi air terhadap zona indikator yang tersedia.
Dokumentasi: Pemasangan piezometer pada lahan yang biasanya mengalami kekeringan dan banjir.
Staff Gauge untuk Memantau Air di Kanal
Jika piezometer digunakan untuk memantau muka air tanah, staff gauge digunakan untuk mengetahui tinggi muka air di permukaan, khususnya pada kanal.
Staff gauge yang dipasang di RT 13 dan RT 16 juga menggunakan indikator warna hijau, kuning, dan merah. Ketika permukaan air berada pada zona hijau, kondisi masih berada pada tingkat yang relatif normal. Saat air memasuki zona kuning, masyarakat diharapkan mulai meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi.
Apabila air terus mengalami kenaikan hingga memasuki zona merah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa permukaan air sudah sangat tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir.
Sistem indikator warna tersebut dirancang agar informasi mengenai perubahan kondisi air dapat dikenali dengan cepat oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Dokumentasi: Pemasangan staff gauge di kanal yang pertama kali terdampak banjir.
Dua Lokasi, Satu Sistem Pemantauan
Rangkaian implementasi di Desa Pudak dimulai dari RT 16. Setelah sosialisasi dilaksanakan pada 4 Agustus 2026, pemasangan piezometer dan staff gauge dilakukan pada 11 Agustus 2026.
Pemasangan tersebut menjadi langkah awal dalam menghadirkan sistem pemantauan air berbasis masyarakat. Dengan adanya alat yang dapat diamati secara langsung, warga RT 16 memiliki sarana untuk mengenali perubahan kondisi muka air tanah maupun tinggi air di kanal.
Upaya pemantauan kemudian diperluas ke RT 13. Sosialisasi kepada masyarakat dilaksanakan pada 28 Agustus 2026, sebelum pemasangan piezometer dan staff gauge pada 31 Agustus 2026.
Dengan diterapkannya sistem yang sama di RT 13, pemantauan kondisi air di Desa Pudak menjadi lebih luas. Kedua wilayah memiliki alat yang dapat digunakan masyarakat untuk mengenali perubahan kondisi air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko lingkungan.
Pemasangan alat di RT 13 dan RT 16 menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan kondisi air di Desa Pudak. Kedua lokasi dipilih untuk mendukung pemantauan kondisi air yang berkaitan dengan potensi banjir maupun kebakaran lahan.
Ketua RT 13, Mukhlisin, menyambut baik pemasangan piezometer dan staff gauge di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan alat tersebut dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi air dengan lebih mudah sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.




Tinggalkan Balasan