Namun, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan anak muda dilibatkan sejak proses perumusan program.

“Jangan hanya membuat program untuk anak muda, tetapi anak muda juga harus dilibatkan dalam membuat program,” jelasnya.

Menurut Diza, keterlibatan tersebut akan membuat kebijakan pemerintah tidak berjalan satu arah. Anak muda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, kritik, kebutuhan, serta solusi berdasarkan pengalaman dan kondisi yang mereka hadapi.

Gekrafs Siapkan Program Beyond The Classroom

Dalam kesempatan tersebut, Diza yang juga dipercaya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) Jambi periode 2026–2029 turut memperkenalkan rencana program Beyond The Classroom (BTC).

Ia mengatakan, Gekrafs Provinsi Jambi berencana melaksanakan BTC di sejumlah perguruan tinggi di Jambi pada Oktober 2026, termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Jambi (UNJA). Ke depan, ia berharap UNBARI juga dapat menjadi bagian dari program tersebut.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Tinjau Intek PDAM Aur Duri, Pastikan Penanganan Abrasi Berjalan Lancar

“Karena saya baru dilantik bulan lalu, saya membuat kegiatan namanya BTC atau Beyond the Classroom. Untuk tahun ini, kami Gekrafs Provinsi membuatnya di UIN dan UNJA. Mudah-mudahan tahun 2027 bisa membuat kegiatan di UNBARI,” ungkapnya.

Diza menjelaskan, program tersebut akan mengangkat sejumlah bidang, antara lain hukum, ekonomi, serta seni musik dan seni rupa. Pelaksanaannya akan dikemas melalui diskusi dan interaksi langsung bersama mahasiswa.

Gekrafs juga akan menghadirkan tokoh dan praktisi untuk membahas tantangan sekaligus peluang yang dihadapi mahasiswa ketika memasuki dunia industri kreatif.

“Pembahasannya adalah bagaimana kita bertahan di industri dari fakultas yang kita masuki. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi dan semangat baru bagi mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Diza, program tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di ruang kelas, tetapi juga memahami dinamika dunia kerja dan industri.

Baca juga:  Kepemimpinan Visioner Diza Hazra Aljosha: Bekal Sukses di Pilwako Jambi 2024

Kampus Harus Menjadi Ruang Tumbuhnya Gagasan

Diza menilai mahasiswa memiliki modal besar untuk menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Kampus, menurutnya, bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, mengasah kemampuan, berdiskusi, dan melahirkan gagasan yang dapat diimplementasikan.

Dengan latar belakang akademik dan pengalaman di dunia usaha, Diza mendorong mahasiswa baru UNBARI berani mengeksplorasi potensi diri sekaligus melihat berbagai persoalan di sekitarnya sebagai peluang untuk menciptakan solusi.

Diza merupakan lulusan Sarjana Ekonomi (S.E.) Jurusan Manajemen dari Universitas Bina Nusantara (BINUS) dan melanjutkan pendidikan Master of Arts (M.A.) Jurusan Marketing Management dari Middlesex University, London, Inggris.

Sebelum berkecimpung di pemerintahan, Diza juga aktif di dunia usaha dan organisasi kepemudaan. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi.

Baca juga:  PP PDUI Sampaikan Ucapan Selamat kepada Maulana-Diza Atas Penetapan Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Jambi Terpilih

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal dalam mendorong pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda dalam membangun daerah.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi kreatif, inovator, dan mitra strategis pemerintah dalam membangun Kota Jambi.

Semangat “Pertemuan Dalam Kebenaran, Penyatuan Dalam Semangat Perubahan” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema PKKMB, tetapi menjadi semangat bersama bahwa perubahan membutuhkan keberanian bertukar gagasan, keterbukaan berdiskusi, kreativitas, serta kolaborasi antara generasi muda, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Kota Jambi yang semakin maju, inovatif, inklusif, dan BAHAGIA. (*)