Menurutnya, keberhasilan PSR harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga petani, penguatan kelembagaan, dan keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang.

PSR Award 2026 menghadirkan lima kategori penghargaan yang disusun berdasarkan indikator kinerja terukur dan transparan. Kebun Plasma Terbaik menilai pencapaian produktivitas dan penerapan single management. Regional PSR Terbaik mempertimbangkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap RKAP, realisasi luasan, serta persentase luas terhadap total PTPN IV PalmCo. Selanjutnya, Regional Pembelian TBS Terbaik menilai tonase terhadap RKAP, margin kontribusi terhadap RKAP, dan persentase pasokan TBS kepada PalmCo.

Sementara itu, Unit Pembelian TBS Terbaik dinilai berdasarkan capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional. Adapun Pemasok TBS Terbaik mempertimbangkan kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, serta ketepatan administrasi.

Baca juga:  Hutama Karya Wujudkan Bakti Transportasi Untuk Negeri Melalui Tol Trans Sumatera Sebagai Pendorong Ekonomi dan Konektivitas

Seluruh indikator tersebut menunjukkan bahwa penghargaan perdana ini tidak diberikan semata berdasarkan jumlah pasokan, tetapi juga mempertimbangkan produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi, dan tata kelola kemitraan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, menyampaikan bahwa pelaksanaan PSR secara nasional telah mencatat perkembangan signifikan sejak dimulai pada 2016.

“Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru. Namun demikian, ia menyoroti realisasi PSR melalui jalur kemitraan yang masih sekitar 27.000 hektare, sehingga diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah, PTPN, petani, dan mitra strategis untuk mempercepat pencapaian target.

Baca juga:  PT Sinar Sentosa Primatama Resmikan Tempat Uji Kompetensi yang ke-6 di Provinsi Jambi

Ia mendorong PTPN IV PalmCo bersama para pemangku kepentingan untuk memperkuat hubungan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek).

Menurutnya, percepatan tersebut penting agar peremajaan tanaman tua dapat segera diikuti dengan penggunaan benih unggul dan penerapan praktik budidaya yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS.

Bagi PTPN IV PalmCo, penguatan kemitraan melalui PSR dapat menciptakan hubungan hulu dan hilir yang semakin terintegrasi. Melalui pendampingan dan konsep pengelolaan bersama, perusahaan dapat membantu memastikan proses pemupukan, pemeliharaan, hingga panen dilakukan secara lebih profesional sesuai standar, sehingga produktivitas kebun rakyat dapat meningkat sekaligus memberikan kepastian terhadap kualitas dan kontinuitas pasokan TBS ke pabrik.

Baca juga:  Serangga Penyerbuk dari Afrika Diuji di Simalungun, Upaya PalmCo Tingkatkan Produktivitas Sawit

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem sawit rakyat yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Kebun rakyat yang produktif akan memperkuat pasokan bahan baku, sementara petani memperoleh peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.

Dalam perspektif ekonomi sirkular, keterhubungan tersebut mendorong optimalisasi nilai dari setiap mata rantai usaha, mulai dari kebun, petani, koperasi, hingga pengolahan di pabrik, sehingga manfaat ekonomi dapat berputar dan tumbuh secara berkelanjutan di dalam ekosistem perkebunan. (*)