“Literasi yang baik membuat kita memiliki empati dan mampu berkomunikasi untuk saling menguatkan, mendorong perbaikan bersama, serta memanusiakan manusia. Karena itu, ketika menyampaikan kritik, hendaknya juga disertai saran dan solusi yang baik,” tegasnya.

Ia menilai Lomba Bercerita merupakan kegiatan yang sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil, melatih keberanian, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengambil nilai dan hikmah dari cerita yang disampaikan.

Nadiyah mencontohkan, cerita tentang proses terbentuknya hujan dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak. Melalui cerita tersebut, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang proses evaporasi dan kondensasi, tetapi juga dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan keseimbangan alam.

“Anak-anak bisa belajar bahwa hujan memiliki sebuah proses. Dari sana tumbuh kesadaran untuk menjaga alam agar keseimbangannya terus terjaga, sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan dapat hidup sehat dan nyaman,” katanya.

Kepada seluruh peserta, Nadiyah memberikan apresiasi dan motivasi. Ia menegaskan bahwa seluruh anak yang berani tampil dalam perlombaan tersebut merupakan pemenang.

Baca juga:  Bahagia ! Pemkot Jambi Raih Opini WTP BPK RI 9 Kali Berturut-turut

“Bagi anak-anak yang ikut lomba hari ini, semuanya adalah pemenang, karena kalian sudah berani tampil dan percaya diri,” ujarnya.

Ajak Anak Gemar ke Perpustakaan

Nadiyah juga mengajak anak-anak Kota Jambi untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar, bermain, sekaligus menambah pengetahuan dan teman.

Ia mengatakan, perpustakaan memiliki berbagai koleksi buku dan kegiatan menarik yang dapat diikuti anak-anak.

“Buat anak-anak yang belum pernah datang ke Perpustakaan Kota Jambi, silakan datang. Ada berbagai kegiatan yang menarik, seperti membaca nyaring. Di sana kita juga bisa menambah teman dan ilmu pengetahuan,” ajaknya.

Lebih jauh, Nadiyah menekankan bahwa gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun perpustakaan. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran sangat penting dalam membangun budaya literasi sejak dari rumah.

“Sesungguhnya tugas literasi dimulai dari rumah. Cerita pertama seorang anak berawal dari pelukan dan cerita orang tuanya,” ungkapnya.

Baca juga:  Bunda PAUD Kota Jambi Buka Kegiatan Manasik Zakat untuk Anak Usia Dini

Menurutnya, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun sejak dini. Orang tua perlu menjadi tempat anak bercerita sehingga ketika tumbuh dewasa mereka tetap memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan, pikiran, dan perasaannya.

“Kita berharap bapak dan ibu orang tua, pemerintah, sekolah, para penggiat literasi, dan seluruh masyarakat dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya. Mari menjadi teladan dan menjadi tempat bercerita bagi anak-anak, sehingga anak-anak di Kota Jambi tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, percaya diri, dan berakhlakul karimah,” harapnya.

70 Peserta dari 50 Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Jambi, Arzi Effendi, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Kota Jambi Tahun 2026 bertujuan menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan budaya membaca sejak usia dini.

Selain itu, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mendorong anak-anak agar mencintai perpustakaan sekaligus meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, keberanian, dan kepercayaan diri.

Baca juga:  Tertibkan PKL Talang Banjar, Gubernur Al Haris: Ini Bentuk Kecintaan terhadap Kota Jambi

“Peserta Lomba Bercerita Tingkat SD/MI se-Kota Jambi tahun ini berjumlah 70 anak yang berasal dari 50 sekolah di Kota Jambi,” jelas Arzi.

Kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan Kota Jambi (Puskoja) tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Muda Siregar, S.P., perwakilan Bunda Literasi Provinsi Jambi Iin Kurniasih, S.E., Deputi Kepala OJK Septarini Gemi Nastiti, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi Tema Wisman, S.Pi., perwakilan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi Koordinator Literasi Yarmalus, S.Pd., Ketua Taman Baca Masyarakat Kota Jambi Nurjannah, M.Pd., para kepala OPD, camat se-Kota Jambi, Bunda PAUD kecamatan se-Kota Jambi, para penggiat literasi, dewan juri, guru pendamping, serta orang tua peserta. (*)