TANYAFAKTA.CO, JAMBI –  Tiga tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Jambi (UNJA) mengikuti tahap verifikasi calon peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 secara daring bersama reviewer nasional, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan verifikasi berlangsung di Lantai 7 Gedung Unifac Universitas Jambi dan dilaksanakan melalui Zoom bersama reviewer PPK Ormawa 2026.

Ketiga tim tersebut terdiri atas IMATIKA FKIP UNJA melalui program LENTERA TANTAN, BEM UNJA melalui program Pudak Resilient Village, serta LD Ath-Thobib FKIK UNJA melalui program MASLAHAT.

Dalam tahap verifikasi, masing-masing tim memaparkan pelaksanaan program, capaian, luaran, dampak yang telah dirasakan masyarakat, serta keberlanjutan program di lokasi pengabdian.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian tiga tim PPK Ormawa UNJA yang berhasil mengikuti tahap verifikasi.

“Mereka mengatakan bahwa UNJA dalam soal kekompakan ini menjadi catatan penting bagi nasional,” ujar Prof. Fauzi.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam proses verifikasi. Keikutsertaan tiga tim calon Abdidaya Ormawa juga menempatkan UNJA pada peringkat pertama di Sumatera berdasarkan capaian tersebut.

“Untuk capaian tiga tim calon Abdidaya ini, peringkat Universitas Jambi itu nomor satu di Sumatera,” ungkapnya.

Prof. Fauzi menilai capaian tersebut menunjukkan kontribusi kegiatan kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat dalam memperkuat peran UNJA.

Ia juga menyampaikan bahwa UNJA memiliki bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang nantinya meraih juara sesuai dengan Peraturan Rektor Nomor 4 Tahun 2026. Mahasiswa yang memperoleh juara tingkat satu, dua, atau tiga akan mendapatkan penyetaraan sebagai tugas akhir.

IMATIKA FKIP UNJA Hadirkan LENTERA TANTAN

Tim pertama, IMATIKA FKIP UNJA, mengikuti verifikasi melalui program LENTERA TANTAN yang dilaksanakan di Desa Tantan, Kecamatan Sekernan.

Program tersebut mengusung model Pojok Literasi Integratif yang menggabungkan empat bidang literasi, yaitu literasi lingkungan, numerasi, finansial, dan digital.

Keempat bidang tersebut dirancang saling terintegrasi, mulai dari membantu masyarakat mengenali potensi lingkungan, mengolahnya menjadi produk, menghitung dan mengelola usaha, hingga memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan dan memasarkan produk.

Sejumlah produk inovatif telah dihasilkan melalui program tersebut, seperti abon ikan nila tempoyak, piring lidi sawit, briket esensial dari pelepah sawit, dan gantungan kunci berbahan limbah plastik.

Tim juga menghasilkan media pembelajaran seperti Etnuno dan Ikateka yang mendukung peningkatan literasi masyarakat melalui pembelajaran yang kontekstual dan interaktif.

Dalam tahap verifikasi, tim LENTERA TANTAN turut memaparkan berbagai luaran yang telah dihasilkan. Secara keseluruhan terdapat 24 jenis luaran, terdiri atas lima luaran wajib dan 19 luaran tambahan.

Luaran tersebut meliputi artikel ilmiah, HKI, website, produk inovatif, media pembelajaran, modul, kurikulum, buku panduan, MoA, SK Pionir Tantan, aplikasi mobile, hingga publikasi melalui media sosial dan siaran radio.

BEM UNJA Jalankan Pudak Resilient Village

Tim kedua, BEM UNJA, mengusung program Pudak Resilient Village yang dilaksanakan di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Program ini berfokus pada peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir serta pengelolaan lahan gambut melalui penerapan teknologi tepat guna, pemanfaatan biochar, serta edukasi kesehatan dan mitigasi bencana, khususnya banjir.

Salah satu capaian program ditunjukkan melalui pemasangan piezometer dan staff gauge sebagai sarana pemantauan tinggi muka air di dua wilayah sasaran rawan banjir, yakni RT 13 dan RT 16.

Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan mengolah sekam padi menjadi biochar yang dilaksanakan bersama dua kelompok tani, yaitu KT. Usaha Tani dan KT. Gelintang Tani.

Biochar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hias dan hortikultura sekaligus membuka peluang pemanfaatan pekarangan rumah dan pengembangan ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim membentuk tiga kelompok, yakni SIMANTAP (Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Pudak), SIBERDAYA (Sistem Berbasis Biochar Daya Guna Masyarakat), dan SiGANA (Siaga Kesehatan Ancaman Bencana Banjir).

Ketiga kelompok tersebut telah memiliki SK dan dikukuhkan oleh Kepala Desa Pudak.

LD Ath-Thobib FKIK UNJA Jalankan Program MASLAHAT

Tim ketiga, LD Ath-Thobib FKIK UNJA, mengikuti tahap verifikasi melalui program Optimalisasi MASLAHAT: Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Generasi Bebas Stunting sebagai Dukungan Program SDGs 3 di Kelurahan Tahtul Yaman.

Program tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang partisipatif berbasis masjid.

MASLAHAT memiliki enam program utama, yakni PRANATA, SATYA, CEKASIH, AKAT, BIJAK, dan GEMAGOT.

Program tersebut mencakup pembinaan remaja, kesehatan lingkungan, pemeriksaan kesehatan dan edukasi hidup sehat, pencegahan stunting, penguatan kebijakan kelurahan sehat, serta pengelolaan sampah melalui budidaya maggot.

Sejumlah dampak program mulai terlihat setelah pelaksanaan kegiatan. Melalui SATYA, angka bebas jentik meningkat dari 78 persen menjadi 98 persen.

Sementara melalui AKAT, jumlah anak stunting yang terpantau berkurang dari dua menjadi satu anak.

Budidaya maggot melalui GEMAGOT juga mulai memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi sampah organik.

Ketiga tim PPK Ormawa UNJA menjadikan keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam tahap verifikasi.

Program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan luaran selama pelaksanaan PPK Ormawa, tetapi juga mendorong masyarakat dan mitra untuk melanjutkan manfaat yang telah dibangun.

Melalui tahap verifikasi tersebut, ketiga tim PPK Ormawa UNJA berharap dapat melanjutkan perjalanan menuju Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.

Selain mengejar capaian pada ajang tersebut, masing-masing tim juga berharap program yang telah dijalankan bersama masyarakat dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.