Gubernur Al Haris juga menegaskan, proses seleksi siswa harus dilakukan secara cermat agar program tersebut benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan bantuan. Untuk itu ia meminta agar Kementerian terkait dapat mempercepat proses pembangunan Sekolah Rakyat di Sarolangun.
“Nanti saya akan ngomong dengan teman-teman dari Kementerian juga, biar bisa dipercepat,” tegasnya.
Kepada Bupati Sarolangun, Gubernur Al Haris berpesan agar Pemerintah Daerah turut mengawal dan mengawasi jalannya proyek.
“Tugas kita mengawal, mengawasi proyek ini. Karena jalannya sempit kesini, mungkin nanti aktivitas proyek agak terkendala. Ini dibantu lah oleh pemerintah daerah, nanti kalau warga komplain misalnya lalu lintas masuk mobil bawa barang, banyak perlengkapan mereka, tolong dipantau juga, diawasi mereka biar nyaman kerja,” pesan Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menambahkan, untuk tahap pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jambi akan difokuskan di dua daerah.
“Itu nanti di tahap berikutnya Merangin dengan Tebo, untuk tahap pertama itu Sarolangun dengan Bungo, dua ini dulu ya. Berarti nanti mereka di akhir 2027. Mudah-mudahan sambil melihat anggarannya, karena bisa jadi kalau ada kelebihan bisa nambah lagi,” pungkas Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Bupati Sarolangun H. Hurmin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama memperjuangkan Sekolah Rakyat untuk masyarakat di Kabupaten Sarolangun.
“Pemerintah Kabupaten Sarolangun sudah menyediakan lahan seluas 8,09 hektare di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kami siap mengawasi pembangunannya dan jalan disekitar ini insya Allah kita lebarkan,” kata Bupati H. Hurmin.
Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sarolangun dan sekitarnya. (*)




Tinggalkan Balasan