Menurutnya, kawasan cagar budaya tersebut memiliki nilai sejarah dan potensi wisata yang dapat diperkenalkan kepada peserta dari berbagai daerah. Pemanfaatan informasi berbasis digital juga dinilai berpeluang memperkaya pengalaman wisata sejarah.
Kunjungan itu diusulkan berlangsung pada 19 November 2026 sore, setelah agenda utama selesai. Pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama panitia pusat.
Pemkot Jambi juga menawarkan fasilitasi transportasi bagi peserta yang berminat. Dinas Perhubungan akan dikoordinasikan untuk menyiapkan tiga unit bus listrik, dengan kemungkinan dukungan kendaraan lain sesuai kebutuhan dan ketersediaan.
Selain Candi Muaro Jambi, Pemkot Jambi mengusulkan rute wisata kota (city tour) ke sejumlah destinasi, termasuk sentra batik dan lokasi yang merepresentasikan budaya serta potensi ekonomi kreatif daerah. Dinas Pariwisata akan dilibatkan dalam penyusunan alternatif rute tersebut.
Komdigi Soroti Peluang Ekonomi Daerah
Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Komdigi RI, Aris Kurniawan, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemkot Jambi. Ia menilai penyelenggaraan forum nasional membutuhkan koordinasi kuat, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah tuan rumah.
Aris mencontohkan pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun sebelumnya di Yogyakarta yang dihadiri sekitar 2.500 peserta. Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dapat mendorong aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya.
“Persiapan kegiatan berskala nasional tentu tidak ringan. Namun, kegiatan ini juga memberikan peluang bagi daerah untuk menggerakkan perekonomian dan memperluas kerja sama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tema tahun ini menitikberatkan pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi dan digitalisasi pemerintahan. Dalam konteks tersebut, Kota Jambi dinilai memiliki potensi menjadi salah satu pusat pembelajaran transformasi digital pemerintahan di wilayah Sumatera.
Menurut Aris, capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan dukungan sumber daya manusia menjadi modal penting bagi Kota Jambi dalam mengembangkan konsep kota cerdas.
Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antardaerah sekaligus mendorong penerapan teknologi digital yang lebih efektif dalam pelayanan publik.
Aris juga menyarankan agar publikasi Jambi Smart City Festival dan Forum Nasional Kota Cerdas dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan pada 15–19 November 2026 dapat dipahami masyarakat sebagai bagian dari satu agenda besar pengembangan kota cerdas.
Kepala Diskominfo Kota Jambi, M. Saleh Ridha, menyampaikan bahwa persiapan terus dilakukan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, mencakup kesiapan teknis, pengamanan, pelayanan tamu, dan dukungan transportasi.
Ia menegaskan bahwa sinergi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Pemkot Jambi siap menyambut para kepala daerah dan delegasi sekaligus memanfaatkan forum ini untuk memperkenalkan inovasi dan potensi daerah.
Pemkot Jambi berharap Forum Nasional Kota Cerdas 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghasilkan gagasan, pertukaran pengetahuan, dan peluang kerja sama berkelanjutan.
Selain memperkuat transformasi digital pemerintahan, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan jasa pendukung lainnya.
Bagi Pemkot Jambi, kota cerdas bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, melainkan bagaimana inovasi dapat menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, pemerintahan yang responsif, lingkungan yang aman, serta peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia, yakni mewujudkan kota yang Bersih, Aman, Harmoni, dan Agamis. Melalui Forum Nasional Kota Cerdas 2026, Kota Jambi berharap dapat memperkuat posisinya dalam mendorong transformasi digital sekaligus memadukan inovasi, budaya, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. (*)




Tinggalkan Balasan