TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Kegiatan yang digelar di Taman Banjuran Budayo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Wali Kota Jambi, Maulana, pada Senin (1/12) menyampaikan bahwa antusiasme publik bahkan melampaui ekspektasi.

“Alhamdulillah, respons publik sangat baik. Para wali kota se-Sumbagsel juga memberikan apresiasi. Ruang taman yang sebelumnya tertutup kini kita buka untuk publik,” kata Maulana.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Taman Banjuran Budayo tidak bergantung pada APBD murni, melainkan memanfaatkan pembiayaan inovatif melalui dana non-budgeter seperti CSR dan dukungan Baznas.

“Ini sebuah upaya pembiayaan inovatif. Kalau hanya mengandalkan APBD, mungkin tidak berjalan proses penyiapan tempat seperti ini,” ujarnya.

Dalam empat hari kegiatan, jumlah pengunjung tercatat mencapai 60 ribu orang. Menurut Maulana, angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sangat menantikan aktivitas publik yang segar, kreatif, dan inklusif.

Baca juga:  Peringatan HUT ke-80 RI di Merangin Bakal Meriah

“Maknanya jelas, sebagai kota perdagangan dan jasa, Jambi harus memperbanyak ruang-ruang publik. Masyarakat membutuhkan tempat untuk bertemu, berekspresi, dan menikmati hiburan,” tambahnya.

Maulana juga mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung sangat menjanjikan. Dengan sistem transaksi campuran, baik melalui QRIS maupun tunai, nilai ekonominya diperkirakan cukup besar.

“Bisa dibayangkan, jika 60 ribu orang saja rata-rata membawa Rp50 ribu, sudah berapa jumlahnya? Bahkan rata-ratanya bisa lebih,” ujarnya.

Ke depan, Taman Banjuran Budayo akan terus dijadikan ruang aktivitas budaya dan kreativitas anak muda. Pemerintah, lanjut Maulana, tidak lagi menjadi pelaksana utama setiap event, melainkan cukup memberikan stimulus.

“Penggerak ekonominya harus UMKM dan komunitas-komunitas. Pemerintah menyiapkan ruangnya, mereka yang menghidupkan,” tutup Maulana. (*)