TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Program Makan Bergizi (MBG) kembali memakan korban. Pasalnya, ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dilaporkan mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan MBG yang diproduksi SPPG Sengeti, Muaro Jambi di bawah operasional Yayasan Aziz Rukiyah Amanah.

Jumlah korban yang semula diinformasikan hanya puluhan, ternyata terus bertambah. Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budi Hartono, menyampaikan bahwa hingga Jumat malam, (30/1/2026), tercatat sebanyak 102 korban telah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin.

“Saat ini sudah terdata 102 anak, terdiri dari TK, SD, SMP, dan satu orang SMA. Ada juga anak-anak yang tidak sekolah, karena kakaknya membawa makanan ke rumah lalu dimakan adiknya, ikut terdampak. Beberapa guru juga mengalami gejala yang sama,” ujar Budi.

Baca juga:  Al Haris dan Abdullah Sani Ikuti Gladi Kotor Menuju Pelantikan Kepala Daerah Terpilih

Tak hanya anak usia sekolah, insiden ini juga berdampak pada balita. Budi mengungkapkan, terdapat dua balita yang harus dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, masing-masing berusia 1 tahun 4 bulan dan 2 tahun 9 bulan.

Meski demikian, pihak rumah sakit menyatakan seluruh korban saat ini dalam penanganan medis intensif. RSUD Ahmad Ripin mengerahkan seluruh tenaga medisnya untuk menangani lonjakan pasien akibat keracunan tersebut.

“Sampel makanan yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan kami teliti di laboratorium. Setelah itu akan dilakukan investigasi untuk mengetahui di mana letak kelalaiannya,” kata Budi.

Terkait sanksi, ia menyebut hal tersebut menjadi kewenangan BGN RI.

Sementara itu, Kepala SPPG Sengeti, Akbar Amrullah, menyatakan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Ia membantah adanya praktik daur ulang makanan dan menegaskan bahwa bahan baku diolah serta disajikan pada hari yang sama.

Baca juga:  Gubernur Al Haris Hadiri Deklarasi PSU Pilkada Damai Bungo 2025