TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Jambi, Iin Habibi, menyoroti serius persoalan pendidikan di Provinsi Jambi saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bertema “Suara Pemuda Menentukan Sosok Pemimpin Jambi 2029” yang digelar Kesatuan Pemuda dan Pelajar Jambi (KPPJ) di Mutiara Senja JBC, Kota Jambi, Senin malam (18/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, dan organisasi kepemudaan itu, Iin menegaskan bahwa generasi muda harus berani menentukan arah kepemimpinan Jambi ke depan dengan memilih pemimpin yang benar-benar peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, kondisi pendidikan di Provinsi Jambi saat ini masih memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Baca juga:  Maulana-Diza Menang Telak dengan 73,2% Suara dalam Pilwako Jambi 2024 : Kemenangan Seluruh Masyarakat Kota Jambi

“Data dari Kementerian Sosial yang menyebutkan ada sekitar 49 ribu remaja di Provinsi Jambi mengalami putus sekolah adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan kita. Ini bukan sekadar angka, tetapi masa depan anak-anak Jambi yang terancam hilang akibat lemahnya perhatian dan buruknya tata kelola pendidikan,” tegas Iin Habibi.

Ia menilai kondisi tersebut semakin menyakitkan karena di tengah tingginya angka putus sekolah, anggaran pendidikan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat justru terseret persoalan korupsi.

“Dari total sekitar Rp120 miliar anggaran pendidikan di Provinsi Jambi, terdapat Rp21 miliar yang menjadi kerugian negara akibat praktik korupsi. Ini adalah pengkhianatan terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya.

Baca juga:  Pendidikan Bukan Komoditas, Anak Desa Bukan Korban Sistem!

Menurut Iin, korupsi di sektor pendidikan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan dalam mengusut seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan penyalahgunaan anggaran pendidikan tersebut.

“Jangan sampai rakyat kecil dipaksa menerima kenyataan anaknya putus sekolah, sementara oknum yang merampok uang pendidikan hidup nyaman tanpa rasa bersalah. Pendidikan adalah hak rakyat, bukan ladang bancakan anggaran,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Iin juga menilai anak muda harus aktif mengawal kebijakan pemerintah dan tidak bersikap apatis terhadap kondisi daerah.

“Pemuda jangan takut bersuara. Daerah ini membutuhkan generasi yang kritis, berani, dan punya kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Perkuat Sumber Daya Akademik, UNJA Kukuhkan 6 Guru Besar

Ia turut menyoroti sejumlah persoalan pembangunan di Provinsi Jambi yang dinilai masih belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara maksimal, mulai dari kondisi pendidikan, kesejahteraan guru, hingga infrastruktur.