TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi menargetkan realisasi investasi pada Tahun 2026 sebesar Rp1,509 triliun. Target tersebut ditetapkan sebagai bagian dari strategi daerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan iklim investasi yang sehat, kondusif, dan berkelanjutan di Kota Jambi.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi, Abu Bakar, dalam Ekspos Rencana Aksi Program dan Kegiatan Pendukung Program Unggulan Daerah Tahun 2026, yang digelar dalam rangkaian penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) Kepala Perangkat Daerah, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Jumat (30/1/2026).
Abu Bakar menjelaskan, target realisasi investasi tersebut merupakan target Pemerintah Kota Jambi yang secara teknis menjadi tanggung jawab DPMPTSP sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai perangkat daerah yang membidangi pelayanan perizinan dan penanaman modal.
“DPMPTSP sebagai leading sector menjalankan dua fungsi utama, yakni penyelenggaraan pelayanan perizinan serta pengelolaan urusan penanaman modal. Kedua fungsi ini menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan realisasi investasi di daerah,” ujar Abu Bakar kepada wartawan usai ekspos.
Ia mengungkap target investasi Tahun 2026 sebesar Rp1,509 triliun mengalami peningkatan dibandingkan realisasi investasi Kota Jambi Tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp1,317 triliun. Dengan demikian, target tersebut meningkat sebesar sekitar 14,6 persen.
“Kenaikan target ini mencerminkan optimisme Pemerintah Kota Jambi, namun tetap disusun secara cermat, realistis, dan terukur,” sambungnya.
Ia menjelaskan, penetapan target realisasi investasi Tahun 2026 sebesar Rp1,509 triliun didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap capaian investasi tahun sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah, serta penguatan kebijakan kemudahan berusaha dan perbaikan iklim investasi yang terus diakselerasi. Selain itu, penetapan target tersebut juga mempertimbangkan dinamika ekonomi nasional dan regional, serta potensi pengembangan sektor-sektor unggulan di Kota Jambi.
Lebih lanjut, Abu Bakar menjelaskan bahwa rencana aksi yang dipaparkan merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh program dan kegiatan Tahun Anggaran 2026 berjalan secara terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta selaras dengan 11 Program Unggulan Daerah dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia.
Untuk mencapai target itu, Abu Bakar menyebut telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan kemudahan berusaha dan kepastian perizinan, optimalisasi layanan perizinan berbasis risiko melalui sistem OSS-RBA, penguatan promosi dan fasilitasi investasi daerah, peningkatan koordinasi lintas instansi, serta pengawasan dan evaluasi kinerja investasi secara berkelanjutan.
“Target ini tidak semata mengejar angka, tetapi diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat struktur perekonomian Kota Jambi secara berkelanjutan,” jelasnya.




Tinggalkan Balasan