TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Empat mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui gagasan mobile health berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi dini kanker paru, mereka meraih Juara III dalam ajang Scientific Research and Academic Competition (SARCOMA) 2026 kategori Scientific Essay yang diselenggarakan oleh Asian Medical Students’ Association Universitas Syiah Kuala (AMSA-USK), Banda Aceh.

Kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut mengusung tema “Cancer Control for a Healthier World: From Scientific Insight to Preventive Impact” dan berlangsung secara daring pada 25 Januari hingga 15 Februari 2026.

Tim yang terdiri atas Adinda Aisyah Welliani, Najwa Anindia Putri, Kireina Nurfadhillah, dan Nadir Indra Putra Tarigan—mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2024 mengangkat karya berjudul “SENTINEL: Artificial Intelligence-Based Mobile Health Platform for Early Detection and Prevention of Lung Cancer in Active Smokers in Indonesia.” Gagasan ini berangkat dari keprihatinan mereka terhadap tingginya angka perokok di Indonesia serta dampaknya terhadap peningkatan kasus kanker paru, terutama pada kelompok usia produktif.

Baca juga:  BAPOMI Jambi Gelar Rapat Koordinasi POMDA 2025 Dan Persiapan POMNAS Di UNJA

“Kami melihat tingginya angka prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 70%, dan menempatkan Indonesia sebagai negara perokok tertinggi peringkat 1 di dunia serta tingkat kematian akibat kanker paru-paru yang sangat mengkhawatirkan. Ini mendorong kami untuk menciptakan solusi inovatif yang aksesibel dan sesuai dengan konteks Indonesia,” jelas Kireina Nurfadhillah.

Berangkat dari keresahan tersebut, tim mulai menyusun riset secara sistematis sejak awal Januari 2026. Untuk memperkuat landasan gagasan, mereka melakukan survei pendahuluan terhadap 100 pekerja pria di lingkungan kampus. Data tersebut menjadi dasar dalam merancang solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

SENTINEL dirancang sebagai platform mobile health yang memanfaatkan teknologi machine learning untuk memetakan risiko kanker paru pada perokok aktif. Aplikasi ini dilengkapi chatbot AI berbasis natural language processing, fitur gamifikasi untuk mendorong perubahan perilaku, serta sistem reward yang dapat ditukar dengan layanan skrining kesehatan. Selain itu, tim juga merancang integrasi dengan sistem SATUSEHAT agar solusi yang ditawarkan tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga selaras dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam ekosistem transformasi kesehatan digital nasional.

Baca juga:  DPC GMNI Jambi Akan Gelar Unjuk Rasa di Polda Jambi, Ini Tuntutannya

Dalam proses pengembangannya, tim mendapat pendampingan dari I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., yang menekankan pentingnya kebaruan ide, kekuatan data empiris, serta kelayakan implementasi. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah meramu berbagai komponen teknologi ke dalam satu rancangan yang aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus menyiapkan presentasi final dalam waktu relatif singkat.