TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, memberikan apresiasi terhadap kondisi dan kinerja Bank Jambi yang dinilai masih berada dalam kategori sehat. Penilaian tersebut disampaikannya usai memimpin kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Provinsi Jambi, Jumat (20/2/2026).

“Secara outlook ya, ini masih kategorinya bagus. Karena berbagai daerah ada yang saya menyebutnya itu sangat mepet sekali. Ya, ini masih kondisinya sehat. Ya mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi,” ujar Dede Yusuf.

Kunjungan kerja berlangsung di Gedung Mahligai 9 Bank Jambi dan dihadiri Al Haris selaku Gubernur Jambi, jajaran komisaris dan direksi Bank Jambi, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi.

Baca juga:  Kredit Macet, Bank Jambi Harus Serius Tanggapi Teguran OJK

Dalam pertemuan tersebut, penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan tata kelola bank daerah menjadi salah satu fokus pembahasan. Dede Yusuf menyambut baik langkah Bank Jambi yang menjalin kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jabar Banten (bank bjb).

Menurutnya, kolaborasi dengan bank daerah yang memiliki skala lebih besar menjadi langkah strategis untuk memperkuat permodalan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

“Kami melihat bank-bank besar seperti Bank Jabar Banten perlu mendorong bank-bank daerah lain agar memiliki kemampuan meningkatkan modal dasarnya sehingga terus berkembang dan mendapatkan kepercayaan publik. Saya pikir ini sangat baik sekali,” katanya.

Skema KUB dilakukan untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga:  Lantik Direksi Baru Bank Jambi, Gubernur Al Haris Tekankan Profesionalisme dan Inovasi

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, memaparkan bahwa per Desember 2025, modal inti Bank Jambi telah mencapai Rp3,028 triliun.

Komposisi kepemilikan modal terdiri dari:

Pemerintah Provinsi Jambi: 24,27%

Bank bjb: 7,73%

Pemerintah Kota: 13,01%

Pemerintah Kabupaten: 51,13%

Lainnya: 3,86%