TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) terus memantau tindak lanjut PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) dalam menyelesaikan permasalahan anomali transaksi yang timbul akibat gangguan sistem pada layanan ATM dan mobile banking Bank Jambi yang terjadi pada 22 Februari 2026.

Dalam konferensi pers bersama manajemen Bank Jambi dan Bank Indonesia, Yan menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi keuangan dan fundamental bank daerah tersebut masih sangat terjaga.

Yan Iswara Rosya memaparkan bahwa berdasarkan pengawasan OJK, kinerja Bank Jambi secara umum masih menunjukkan tren yang positif, termasuk dari sisi kinerja kreditnya. Oleh karena itu, ia mengimbau para nasabah agar tidak panik secara berlebihan.

Baca juga:  OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

“Masyarakat tetap tenang, Bank Jambi secara kondisi keuangan dan fundamental baik, termasuk sisi kinerja kredit,” ujar Yan Iswara Rosya di Jambi, Senin (23/2/2026).

Terkait hilangnya saldo nasabah yang menjadi sorotan, Yan menjelaskan bahwa hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

OJK berkomitmen untuk terus memantau setiap perkembangan dan berkoordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia serta manajemen Bank Jambi guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai regulasi.

“Kejadian ini masih dalam proses pendalaman, OJK terus memantau perkembangan kasus ini agar penanganannya sesuai dengan ketentuan,” tambahnya.

OJK memberikan dukungan penuh kepada Bank Jambi mengingat stabilitas keuangannya yang masih kokoh. Meski demikian, OJK belum dapat memberikan kesimpulan akhir mengenai penyebab pasti kejadian ini hingga hasil audit forensik keluar.

Baca juga:  Bank 9 Jambi Tempuh Jalur Hukum Terkait Gangguan Sistem, Lapor ke Polda Jambi